Prosumut
Ekonomi

Harga Tiket Turun, Pengusaha Properti Girang

PROSUMUT – Keputusan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) disambut baik pelaku bisnis Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) dan Pariwisata. Penurunan tarif tersebut akan berlaku pada Kamis 11 Juli 2019.

Head of Property Management Intikeramik Alamasri I Gede Wahyu mengatakan, dalam enam bulan terakhir, tingginya harga tiket pesawat memukul industri MICE serta pariwisata di Indonesia.

BACA JUGA:  Triwulan II-2026, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,5 Persen

“Beban biaya perjalanan porsinya tinggi sehingga mempengaruhi pilihan sarana lainnya, sehingga pilihan akomodasi, makanan, dan materi porsi spending-nya dikurangi untuk mengurangi biaya keseluruhan,” ujar Wahyu, Rabu 10 Juli 2019.

Wahyu mengatakan, banyak tempat wisata baru yang lokasinya jauh dari kota besar mengalami penurunan pengunjung secara drastis.

Ironisnya, harga tiket ke luar negeri malah lebih murah.

Hal ini membuat traveler lebih memilih plesir ke luar negeri daripada menjelajah nusantara.

BACA JUGA:  Triwulan II-2026, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,5 Persen

Dengan turunnya harga tiket pesawat domestik ini, Wahyu berharap industri perhotelan yang baru digeluti produsen keramik “Essenza” ini dapat ikut tumbuh.

“Dengan turunnya tarif pesawat akan sangat membantu pertumbuhan industri MICE dan pariwisata,” kata Wahyu.

“Porsi biaya tiket pesawat yang turun dapat beralih ke pilihan akomodasi yang lebih baik,” lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, Rapat Koordinasi Kemenko Perekonomian memutuskan untuk memberikan diskon 50 persen tiket pesawat LCC dari tarif batas atas.

BACA JUGA:  Triwulan II-2026, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,5 Persen

Diskon ini diberikan untuk 30 persen alokasi kursi dari total kapasitas pesawat.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata menargetkan adanya kontribusi pariwisata pada produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 8 persen di tahun 2019 ini.

Pemerintah juga menargetkan kenaikan devisa negara sebesar Rp 120 triliun dari tahun 2014 menjadi Rp 240 triliun di tahun 2019.(*)

Konten Terkait

Bagaimana Transaksi Saham Selama Ramadan 2024? Ini Penjelasan Kepala BEI Sumut

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Menko Pangan Blusukan ke Pasar Sei Sikambing, Sebut Harga Daging Sapi Paling Murah se Indonesia

Kemenparekraf dan BEI Ajak Pelaku UMKM di Medan Kenali Pasar Modal

Editor Prosumut.com

Harga Pangan Perlu ‘Disetir’, Harus Punya Opsi Kebijakan Jika Corona Kian Memburuk

admin2@prosumut

Proyek Biomethane PGN Dukung Green Data Center Singapura

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Nataru 2023/2024, Pertamina Tambah Suplai Stok BBM dan Elpiji di Sumbagut

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara