Prosumut
Teks foto: Asuransi Astra bersama OJK menggelar kegiatan diskusi bersama media yang membahas pentingnya penerapan pelindungan konsumen dalam menciptakan pengalaman berasuransi yang lebih baik.
Ekonomi

Perkuat Kepercayaan Pelanggan, Asuransi Astra dan OJK Bahas Pentingnya Pelindungan Konsumen di Medan

PROSUMUT – Pelindungan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan, termasuk asuransi. Upaya tersebut tidak berhenti pada penyelesaian pengaduan ketika terjadi kendala, tetapi perlu hadir sejak masyarakat mendapatkan informasi, memahami produk, hingga menggunakan layanan dan manfaat perlindungan yang dimilikinya.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi asuransi masyarakat berada di angka 45,45 persen, sementara tingkat inklusinya mencapai 28,50 persen.

Kesenjangan tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan asuransi, sekaligus memperluas akses terhadap perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan.

Di tengah kondisi tersebut, upaya membangun kepercayaan terhadap industri asuransi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penyampaian informasi yang transparan dan mudah dipahami, kemudahan akses layanan, serta penerapan pelindungan konsumen secara bertanggung jawab.

Branch Manager Asuransi Astra Medan, Rangga Septiana menyampaikan bahwa dari sisi perusahaan, upaya memberikan rasa aman kepada pelanggan tidak hanya diwujudkan ketika pelanggan membutuhkan bantuan.

Menurutnya, pengalaman pelanggan juga dibentuk dari kemudahan memperoleh informasi dan memahami perlindungan yang dimiliki sejak awal.

Karena itu, Asuransi Astra terus menyediakan berbagai kanal komunikasi dan layanan yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk memperoleh informasi maupun bantuan sesuai kebutuhannya.

“Selain kemudahan akses informasi, pemahaman terhadap isi polis juga menjadi hal yang perlu diperhatikan pelanggan. Pengetahuan mengenai manfaat dan ketentuan perlindungan dapat membantu pelanggan menggunakan layanan secara lebih tepat, termasuk saat mengajukan klaim,” ungkap Rangga pada kegiatan Media Gathering #TujuhDekadeAsuransiAstra di Medan, Selasa 15 September 2026.

Dalam beberapa kondisi, proses klaim dapat dipengaruhi oleh hal-hal seperti SIM yang sudah tidak berlaku, perubahan fungsi kendaraan dari penggunaan pribadi menjadi komersial, maupun kendaraan yang secara kepemilikan tercatat atas nama pihak lain.

“Memberikan perlindungan kepada pelanggan berarti memastikan mereka tidak hanya memiliki polis, tetapi juga mengerti apa yang menjadi hak dan manfaatnya.

Kami ingin pelanggan dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cara yang sederhana dan melalui kanal yang mudah dijangkau. Dengan pemahaman tersebut, pelanggan diharapkan dapat menggunakan perlindungannya secara tepat ketika dibutuhkan.

Pada akhirnya, kami ingin setiap pelanggan merasa lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan dan tetap dapat menjalani aktivitasnya dengan tenang,” papar Rangga.

Manajer Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Paramita Yulia Nasution, menekankan pentingnya pemahaman konsumen terhadap hak dan kewajibannya.

Konsumen memiliki hak untuk mendapatkan informasi sehingga konsumen didorong untuk aktif bertanya dan berhak untuk membandingkan manfaat yang diperoleh. Selain itu, pihak penyedia jasa asuransi wajib untuk memberikan informasi dan menjelaskan secara lebih detail jika konsumen memiliki pertanyaan.

“Kami mengimbau agar konsumen dapat jujur dan menyampaikan dengan jelas tujuan penggunaan barang yang diasuransikan. Hal ini supaya pihak penyedia asuransi dapat memberikan produk asuransi yang sesuai dengan risiko yang akan dihadapi.

Misalnya jika mobil diasuransikan untuk disewakan, maka harus diinformasikan sejak awal karena mobil pastinya memiliki risiko yang lebih besar. Selain itu, jika ada bangunan yang digunakan untuk restoran, pastinya setiap saat akan berisiko karena penggunaan kompor yang tinggi.

Contoh-contoh tersebut pastinya berpengaruh pada jumlah premi yang akan ditetapkan karena risiko yang dihdapai lebih tinggi dari pemakaian biasa,” ujar Paramita.

Pada praktiknya, pelindungan konsumen membutuhkan pemahaman dan keterbukaan dari kedua belah pihak. Perusahaan perlu memastikan informasi dan layanan diberikan secara transparan, sementara konsumen perlu membekali diri dengan pemahaman yang cukup dan menyampaikan informasi dengan jelas kepada pihak penyedia jasa asuransi.

Keselarasan tersebut penting agar manfaat perlindungan dapat digunakan sebagaimana mestinya sekaligus meminimalkan kesalahpahaman yang dapat muncul dalam proses penggunaan layanan asuransi.

Turut hadir dalam kegiatan, S Mgr Public Relation, Marketing Communication & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto S dan Regional Manager Sumatera Jateng Asuransi Astra, Muliawansyah.

S Mgr Public Relation, Marketing Communication & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto S menyampaikan kegiatan media gathering mengangkat tema, “Cerdas Memahami, Nyaman Menggunakan: Memahami Pelindungan Konsumen untuk Pengalaman Berasuransi yang Lebih Baik”.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi regulator, pelaku industri, dan jurnalis di Medan untuk membahas pentingnya penerapan pelindungan konsumen dalam menciptakan pengalaman berasuransi yang lebih baik. (*)

Editor: M Idris

BACA JUGA:  BBM Sempat Antre, Cipayung Plus Sumut Tetap Apresiasi Pertamina Sumbagut

Konten Terkait

HET Minyak Goreng, Mendag: Stok Lama Kembalikan ke Agen

Produksi Karet Sumut Turun Akibat Musim Gugur Daun

FEKDI & KKI 2024, Gelaran Sinergi untuk Perkuat Ekonomi dan Keuangan Digital

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Ekonomi Sumut Masih Melambat, Triwulan III-2019 Tumbuh 5,11 Persen

IDI Medan Gandeng Bank Sumut, Beri Kemudahan Pembiayaan Fasilitas Kesehatan

Wacana Tax Amnesty Jilid II, WP Tak Patuh Jangan Diberi Ampun

Val Vasco Venedict
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara