PROSUMUT –103 siswa ikuti Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Kemampuan SPKT Tahun 2026 seperti latihan fisik, pembentukan mental, dan outbond. Tujuannya memperkuat wawasan sejarah, budaya, kepemimpinan, dan nilai pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Selasa (1/9/2026). Pemkab Langkat mengapresiasi se kaligus menyambut baik Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, memilih tempat dimaksud sebagai lokasi penggemblengan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, diwakili Sekda Amril Nasution sampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri acara pembukaan disertai kunjungan ke situs Cagar Budaya Bukit Kerangan serta ziarah ke makam Raja Indra Bungsu.
Lewat amanat tertulis Tiorita, Amril membacakan kalau Pemkab Langkat mengapresiasi SPN Polda Sumatera Utara telah memilih Bumi Langkat Berseri sebagai lokasi pelaksanaan latihan outbond bagi para siswa Diktukba Polri.
“Pemkab Langkat menyambut baik dan mengapresiasi SPN Polda Sumatera Utara, memilih Bumi Langkat Berseri sebagai kawah candradimuka dalam membentuk karakter, mental, dan kemampuan para siswa Diktukba Polri,” kata Amril.
Outbond, sebut Amril, bukan sekadar latihan fisik, melainkan bagian proses pembelajaran untuk membentuk mental, kedisiplinan, ketahanan fisik, keberanian, kekompakan, dan kebersamaan antar peserta.
Lebih dari itu, kegiatan dimaksud menjadi sarana menempa mentalitas kepemimpinan, mempertajam kepekaan sosial, serta memupuk jiwa korsa yang kuat sebagai bekal menjalankan tugas kepolisian.
Untuk itu, ditekankan dia, pentingnya pemahaman sejarah dan budaya daerah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan bekal moral bagi para calon anggota Polri.
Peserta diperkenalkan situs Cagar Budaya Bukit Kerangan, salah satu jejak peradaban tua Melayu sebagai kawasan pemukiman lama di tepi alur sungai Langkat. Situs tersebut memiliki nilai historis, dalam perjalanan pembentukan wilayah Langkat dan menjadi bagian penting dari jejak peradaban Melayu di Langkat.
Tak kalah pentingnya lagi, Raja Indra Bungsu merupakan salah satu tokoh kunci garis keturunan kepemimpinan yang meletakkan pondasi awal Kesultanan Langkat.
“Sejarah ini diperkenalkan agar para siswa tidak hanya kuat secara fisik dan teknis kepolisian, tetapi juga memiliki akar historis, moral, dan etika yang kokoh dengan meneladani nilai kepemimpinan serta perjuangan diwariskan para pendahulu,” papar Amril.
Lalu kepada seluruh peserta dipesankan agar senantiasa menjaga etika, kesopanan, serta menghormati nilai-nilai sejarah dan budaya selama berada di kawasan cagar budaya maupun saat berinteraksi dengan masyarakat setempat.
“Kita harus menghormati warisan sejarah dan budaya daerah ini sebagaimana kita menghormati para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan dan peradaban,” pesan Amril.
Amril pun melakukan prosesi setawar sedingin sebagai simbol doa dan harapan keselamatan serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus penanda pelepasan para peserta mengikuti outbond.
Rangkaian kegiatan diikuti Kepala SPN Polda Sumatera Utara Kombes Pol Wiyono Eko Prasetyo, Danyonif TP 907/Dewa Syahdan Letkol Inf Jimat Suryo Utomo, Wakapolres Binjai Kompol Sofyan Helmi Nasution, Kepala Dinas Perhubungan Arie, Kepala Dinas Pariwisata Nur Elly Heriani Rambe, serta Camat Hinai Bahrum. (*)
Editor : Jie

