Prosumut
Pendidikan

Like It Series #8 Ajak Mahasiswa USU Cerdas Finansial dan Bijak Berinvestasi

PROSUMUT – Sekitar 700 mahasiswa dan akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) mengikuti kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) Series #8 di Aula Prof Suhadji Hadibroto, Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, Kamis 1 Oktober 2026.

Kegiatan yang digelar Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut mengangkat tema “Cerdas Finansial di Era Digital: Bijak Bertransaksi, Aman Berinvestasi”.

Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan di era digital, termasuk mengenali risiko dan legalitas produk investasi.

Wakil Rektor III USU, Prof Dr Eng Himsar Ambarita ST MT, mengatakan kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sivitas akademika dan masyarakat dalam memahami literasi keuangan.

Menurutnya, kecerdasan finansial penting bagi generasi muda seiring semakin mudahnya akses terhadap teknologi dan produk keuangan digital.

“Melalui kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah ini, diharapkan terbangun ekosistem literasi keuangan yang sehat,” ujarnya.

Ia mengatakan mahasiswa perlu menjadi pengguna teknologi yang kritis dan tidak sekadar mengikuti tren media sosial dalam menentukan pilihan investasi.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Ubaidi Socheh Hamidi, menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan di tengah perkembangan ekosistem digital.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui kemudahan mengakses produk keuangan, tetapi juga perlu memahami risiko serta memastikan produk investasi yang dipilih memiliki legalitas.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pengelolaan pembiayaan negara, serta Surat Berharga Negara (SBN) Ritel sebagai salah satu instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah.

Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai perlindungan dana simpanan oleh LPS, keamanan sistem pembayaran digital oleh BI, serta panduan investasi dari OJK.

Peserta diingatkan untuk mengenali profil risiko sebelum berinvestasi dan memeriksa legalitas produk maupun platform investasi guna menghindari investasi ilegal.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi SBN Ritel seri Savings Bond Ritel (SBR) SBR015T2 dan SBR015T4.

DJPPR menjelaskan SBR015 merupakan Obligasi Negara tanpa warkat yang tidak dapat diperdagangkan dan tidak dapat dicairkan hingga jatuh tempo, kecuali melalui mekanisme early redemption sesuai ketentuan.

Masa penawaran SBR015 berlangsung sejak 28 September 2026 pukul 09.00 WIB hingga 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.

SBR015T2 memiliki tenor hingga 10 Oktober 2028 dengan tingkat kupon 6,75 persen per tahun. Sementara SBR015T4 jatuh tempo pada 10 Oktober 2030 dengan tingkat kupon 6,85 persen per tahun.

Kupon kedua seri tersebut dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulan, dengan pembayaran kupon pertama pada 10 Desember 2026.

Pemesanan SBR015 dapat dilakukan mulai dari Rp1 juta. Batas maksimal pemesanan SBR015T2 sebesar Rp5 miliar, sedangkan SBR015T4 sebesar Rp10 miliar.

Pembelian dilakukan secara daring melalui empat tahap, yakni registrasi atau pendaftaran, pemesanan, pembayaran, serta setelmen atau konfirmasi melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi yang terhubung dengan sistem e-SBN.

Melalui Like It Series #8, pemerintah mendorong generasi muda untuk tidak hanya memahami produk keuangan, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami risiko, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.

Sementara itu, Analis Keuangan Negara Ahli Madya Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Chandra Akyun Singgih Wibowo, menyampaikan bahwa literasi keuangan bukan sekadar merencanakan dan mengelola keuangan, namun juga mengenal berbagai produk investasi, tetapi bagaimana masyarakat mampu memahami tujuan keuangan, karakteristik instrumen, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan.

“Melalui SBR015, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai berinvestasi secara cerdas pada instrumen yang legal dan memahami produknya dengan baik, sekaligus ikut berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional,” ujarnya. (*)

Reporter: Nastasia

Editor: M Idris

BACA JUGA:  PLN UP2B Sumbagut Nyalakan Harapan Generasi Muda Lewat Beasiswa Pendidikan YBM

Konten Terkait

Diseminasi Kongres Bahasa Indonesia XII, Literasi dalam Kebinekaan untuk Kemajuan Bangsa

Menggali Mutiara Pancasila di Sumut, BPIP Dialog dengan Panca Helix

Val Vasco Venedict

Akademisi Unpab: Ironis, Potensi Ekonomi Sumut Jadi Pusat Kemiskinan Baru

Ridwan Syamsuri

Disdik Medan Diminta Data Kebutuhan Komputer SMP Negeri

Ridwan Syamsuri

Berkat Bantuan Sofyan Tan, Anak Buruh Bangunan Bisa Kuliah dan Raih Masa Depan Lebih Baik

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Cegah Kekerasan di Lingkungan Kampus dengan Tracking Medsos dan Wawancara Mendalam

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara