PROSUMUT – Wakil Ketua DPRD Medan Sri Rezeki dukung penuh pemberlakuan ongkos gratis bagi pelajar di Kota Medan. Karena itu, Pemko Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta supaya segera merumuskan regulasi pelaksanaannya.
“Pada dasarnya saya mendukung usulan ongkos gratis bagi pelajar di Medan, apalagi sasarannya pelajar dari keluarga prasejahtera, terkhusus wilayah Medan Utara,” kata Sri Rezeki kepada wartawan, Rabu 9 September 2026.
Disampaikan Sri Rezeki, wacana itu patut diberlakukan karena merupakan bagian dari bantuan untuk siswa prasejahtera.
“Di beberapa kota di Indonesia sudah memberlakukan itu. Demi keperluan warga prasejahtera, maka patut kita dukung,” ungkapnya.
Sri Rezeki berharap koleganya anggota DPRD Medan melalui alat kelengkapan di Komisi supaya dapat melakukan pembahasan dengan OPD terkait.
“Pembahasan bisa lintas Komisi di DPRD Medan. Untuk bidang pendidikan di Komisi II, sedangkan terkait transportasi Komisi IV,” sebutnya.
Dia menyebutkan pembahasan untuk mematangkan regulasi harus dilakukan, sehingga pelaksanaanya dapat lebih matang dan berkekuatan hikum. “Apalagi nantinya menggunakan alokasi APBD untuk subsidi kepada jasa angkutan, program itu supaya dipastikan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” tukasnya.
Diketahui, Komisi II DPRD Medan mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan untuk menggratiskan ongkos pelajar naik angkutan umum di Medan. Dengan menggratiskan ongkos pelajar dinilai sebagai upaya bentuk dukungan peningkatan mutu pendidikan dengan membantu keluarga prasejahtera.
“Disdikbud Medan supaya segera berkordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan untuk menggratiskan ongkos pelajar di Kota Medan,” ujar Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah saat rapat evaluasi triwulan bersama Disdikbud Kota Medan pada Senin 7 September 2026.
Untuk saat ini sebagai langkah awal kata Afif, 72 unit bus listrik yang beroperasi di Kota Medan supaya menggratiskan ongkos pelajar, terutama trayek bus listrik ke Belawan daerah Medan Utara.
“Sangat dibutuhkan subsidi ongkos pelajar, karena mayoritas warga di sana adalah prasejahtera,” ujar Afif. (*)
Editor: M Idris

