Prosumut
EkonomiPemerintahan

Permendag 22/2022, Pemerintah Larang Ekspor CPO dan Turunannya

PROSUMUT – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan melarang sementara ekspor bahan baku dan produk minyak goreng ke luar negeri.

Larangan sementara tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached And Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached And Deodorized Palm Olein, Dan Used Cooking Oil.

Permendag ini mulai berlaku pada 28 April 2022 dan berlaku hingga kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi serta harga minyak goreng curah mencapai Rp14.000/liter.

BACA JUGA:  KPPU Kanwil I Catat 21 Laporan Masuk Sepanjang 2026, Pengadaan Pemerintah Masih Jadi Perhatian

“Menindaklanjuti arahan Presiden, kami kembali menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau untuk seluruh masyarakat indonesia,” katanya, Jumat 29 April 2022.

Sambungnya, keputusan ini juga diambil dengan sangat seksama, memperhatikan perkembangan hari demi hari situasi ketersediaan minyak goreng curah untuk masyarakat.

“Tentu akan ada dampak dari kebijakan ini, namun sekali lagi saya tegaskan bahwa kepentingan rakyat adalah yang paling utama,” jelas Lutfi.

Larangan sementara ini menurut Mendag, berlaku untuk seluruh daerah pabean Indonesia, dan dari kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB), yaitu Batam, Bintan, Karimun, dan Sabang.

BACA JUGA:  Indosat Perkuat Jaringan 5G di Medan, Dukung Aktivitas Digital Masyarakat

“Namun, bagi para eksportir yang telah mendapatkan nomor pendaftaran pemberitahuan pabean ekspor paling lambat 27 April 2022, tetap dapat melaksanakan ekspor,” imbuhnya.

Mendag Lutfi menegaskan, eksportir yang melanggar ketentuan akan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Saya pastikan pemerintah bersama-sama dengan kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya akan memantau seluruh pelaksanaan kebijakan ini,” terangnya.

Lutfi menyebut, kebijakan ini akan dievaluasi secara periodik melalui rapat koordinasi di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian setiap bulan atau sewaktu-waktu bila diperlukan.

BACA JUGA:  Pertamina SMEXPO 2026, Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembinaan UMKM

“Kebutuhan pokok masyarakat Indonesia adalah prioritas pemerintah. Larangan sementara eksporini merupakan upaya untuk mendorong ketersediaan bahan baku, juga pasokan minyak goreng di dalam negeri dan menurunkan harga minyak goreng ke harga keterjangkauan. Saya harap kita semua dapat memahami urgensi dari kebijakan ini dan bergotong royong/bekerja sama demi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Ondim Optimis Langkat Berperan Strategis Dukung Permen ESDM 14/2025

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Komit Berikan Perlindungan, Pemkab Langkat Konsisten Menatap Kabupaten Layak Anak

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

GKPS Padang Bulan Resort Polonia Daftar Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Sumut Tuan Rumah IMT-GT 2026

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Pastikan Distribusi Energi Tetap Aman Pasca Banjir di Tapteng

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Ketua Komisi II DPRD Medan Minta Pelaku Penjualan Aset Disdikbud Ditindak Tegas

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara