Prosumut
Umum

8,4 Juta Orang Daftar Kartu Prakerja, Pemerintah Bingung

PROSUMUT – Membludaknya pendaftar program Kartu Prakerja yang telah mencapai 8,4 juta orang ternyata membuat pemerintah kewalahan sendiri.

Pasalnya pemerintah tidak cukup mampu untuk membiayai dan menerima seluruh peserta yang sudah daftar tersebut.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksanaan Program Kartu Prakerja Deni Puspa Purbasari mengatakan, anggaran pemerintah sangat terbatas dalam program Kartu Prakerja ini.

“Kita tahu bahwa 8,4 juta itu jauh lebih besar dari pada apa yang dapat didanai oleh pemerintah,” kata Deni Puspa dalam video teleconference di Jakarta, Selasa 28 April 2020.

BACA JUGA:  Pemkab Langkat Ingin Terapkan Satu Data dan Geospasial

Deni Puspa pun menyarankan kepada para peserta yang sudah daftar tapi masih memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk lebih memberikan kesempatan kepada peserta yang lain agar bisa mendapatkan program Kartu Prakerja.

“Karena itu, buat teman-teman yang barangkali tidak terlalu susah dibandingkan saudara-saudara kita yang lain mohon untuk memiliki toleransi, kita utamakan berikan kesempatan terlebih dahulu bagi rekan-rekan kita yang lebih terdampak penghidupannya, income nya, daya belinya karena Covid-19 ini,” kata Deni Puspa.

BACA JUGA:  Amrizal SH MH Tegaskan Tak Maju sebagai Calon Ketua PWI Sumut 2026-2031

Sejak diluncurkan pada 11 April 2020 lalu hingga saat ini, program Kartu Prakerja yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sekitar 8,4 juta peserta yang mendaftar.

Pada gelombang pertama kartu prakerja sebanyak 168 ribu peserta sudah diterima dengan setiap peserta mendapatkan Rp 3.550.000 per orang.

Untuk diketahui, Kartu prakerja adalah program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan skill dan kemampuan para pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Program ini juga diperuntukkan bagi mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

BACA JUGA:  Pemkab Langkat Ingin Terapkan Satu Data dan Geospasial

Bagi mereka yang sukses mengikuti program kartu prakerja akan diberikan pendidikan dan pelatihan. Setelah lulus akan mendapatkan sertifikat. Pelatihan sendiri dilakukan secara online maupun offline.

Selain itu, peserta akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3.550.000 per orang.

Rinciannya Rp 1 juta untuk bantuan pelatihan, Rp 600 ribu selama 4 bulan untuk insentif pelatihan dan Rp 150 ribu insentif survei kebekerjaan yang dilakukan sebanyak 3 kali. (*)

Sumber : Suara
Editor : Val Vasco Venedict
Foto : Katadata

Konten Terkait

Kosmetik skin.guru Hadir Jadi Sahabat Wanita Indonesia

Ledakan Tabung Gas, Saksi Mata: Seperti Bom!

admin2@prosumut

Total Kasus Konfirmasi Covid-19 Kini 3.759, Bertambah 241 Orang

admin2@prosumut

Perempuan Tewas Diduga OD Sempat Buka Diskon Pasang Bulu Mata

Camat Diminta Kuburkan Bangkai Babi di Sungai Bederah

Selain Kapolda Sumut, Sejumlah Jabatan Strategis Ikut Dirotasi

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara