Prosumut
Umum

Camat Diminta Kuburkan Bangkai Babi di Sungai Bederah

PROSUMUT – Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan meminta agar camat menguburkan bangkai babi yang ditemukan di Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Kepala Distanla Kota Medan Ikhsar Rasyid Marbun mengatakan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak terkait temuan adanya bangkai babi yang ditemukan di sungai.

BACA JUGA:  Poin Penuh Melayang, Wasit Usir Kiper PSMS

Meski begitu, dia sudah menyurati kepada seluruh camat agar bangkai babi yang ditemukan segera dikubur.

“Kebetulan saya lagi di Jakarta, tapi saya sudah dengar kabar soal temuan bangkai babi tersebut. Jadi, saya minta kepada camat yang menemukan bangkai babi itu untuk segera ditanam (dikuburkan),” katanya ketika dihubungi, Rabu 6 November 2019.

BACA JUGA:  PT Sekoci Pasang Plang Penolakan di Kebun 358,17 Hektare, Tegaskan Sengketa Masih Berproses di PN Stabat

Ikhsar mengimbau kepada penyuluh Dinas Pertanian dan Perikanan agar melaporkan ke pihak kecamatan apabila menemukan peristiwa tersebut.

Akan tetapi, terkait pencegahan dan penanganan yang dilakukan, Ikhsar mengaku bukan merupakan kewenangannya. Menurut dia, kewenangan tersebut berada di Dinas Pertanian dan Peternakan Sumut.

BACA JUGA:  PT Sekoci Pasang Plang Penolakan di Kebun 358,17 Hektare, Tegaskan Sengketa Masih Berproses di PN Stabat

“Kami tidak ada bidang peternakan, yang ada di provinsi. Tapi, kami minta agar bangkainya ditanam untuk pencegahan agar tidak berdampak terhadap kesehatan,” tukasnya. (*)

Konten Terkait

Bangun Kualitas SDM Lewat Bahasa dan Sastra

Jenazah Ustadz Arifin Ilham Akan Dishalatkan di Sentul dan Gunung Sindur

Dua Pelajar Tewas Tenggelam di Bahorok

Editor Prosumut.com

Blangpidie Diguncang Gempa 5 SR, Getarannya Sampai Tanah Karo

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

USU Peringkat 15 Nasional Universitas Terbaik

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Lepas Ratusan Peserta Gerak Jalan, Akhyar Imbau Jaga Kebersihan

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara