Prosumut
Ekonomi

Presiden Jokowi Senang Kredit Macet Program Mekaar PNM Hanya 0,5 Persen

PROSUMUT – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) merasa senang kredit macet program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hanya 0,5 persen. Menurutnya, angka persentase tersebut dinilai sangat kecil.

“Saya senang di PNM Mekaar ini kredit macet kecil sekali hanya 0,5 persen,” ujar Jokowi saat silaturahmi dengan ribuan nasabah Mekaar binaan PNM, di Lapangan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Rabu 7 Februari 2024.

Orang nomor satu di Pemerintahan Republik Indonesia ini didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Komisi I DPR-RI Meutya Viada Hafid, Direktur Utama PMN Arief Mulyadi, Pj Gubernur Sumut Hassanudin dan Pj Bupati Batubara Nizhamul.

Jokowi mengatakan, nasabah Mekaar telah disiplin dan tepat waktu membayar cicilan. “Ibu-ibu semua ini disiplin dan tepat waktu dalam membayar,” ucapnya.

BACA JUGA:  Pertamina Turunkan Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Mulai 1 Agustus 2026

Lebih lanjut Jokowi menyampaikan, progres program Mekaar dari PNM ini telah mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah nasabahnya terus bertambah.

“Saya masih ingat tahun 2015 saat PNM ini didirikan, ketika itu baru ada 400 ribu nasabah di seluruh Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata jumlah nasabahnya saat ini meningkatkan menjadi 15,2 juta nasabah,” ungkap dia.

Karenanya, program Mekaar ini berarti sangat diperlukan oleh masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

“Pada awal berdirinya PNM Mekaar ini tahun 2015/2016, dana yang dikucurkan baru Rp 800 miliar. Namun sekarang jumlahnya telah mencapai Rp 244 triliun yang sudah disalurkan kepada nasabah,” sambung Jokowi.

BACA JUGA:  MES Usung Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kedelai

Dia menuturkan, di Sumut, dana yang telah disalurkan juga cukup besar. Untuk jumlah nasabahnya mencapai 1,1 juta nasabah. “Jumlah dana tersalurkan (kepada nasabah Mekaar di Sumut) Rp 17,5 triliun. Ini gede sekali,” sebutnya.

Akan tetapi, Jokowi mengingatkan kepada para nasabah Mekaar untuk menggunakan dana pinjaman dengan hati-hati. Dana pinjaman yang diterima nasabah digunakan seluruhnya untuk modal usaha.

“Kalau kita pinjam dapat Rp 6 juta, waktu bawa pulang senang. Saya hanya titip, Rp 6 juta itu gunakan semuanya untuk modal usaha. Jangan ada tengak-tengok ke kanan-kiri. Bawa Rp 6 juta tengok tetangganya, ada TV-nya gede. Nah, saya juga mau. Separuhnya dipakai untuk beli TV, Rp 3 juta dipakai untuk modal usaha.

BACA JUGA:  MES Usung Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kedelai

Jangan terjadi seperti itu, karena enaknya barang-barang konsumtif hanya 6 bulan. Begitu lewat 6 bulan, sudah, tidak bisa nyicil,” pesan Jokowi.

Sebelumnya, Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi mengatakan, nasabah Mekaar di Sumatera Utara mencapai 1,1 juta nasabah. Jumlah nasabah tersebut merupakan yang terbesar di Sumatera. Sementara pembiayaan PNM Mekaar yang telah tersalur mencapai Rp 17,5 triliun.

“Para ibu-ibu yang menjadi nasabah Mekaar dari PNM di Sumatera Utara mencapai 1,1 juta orang. Nasabah tersebut tergabung dalam 57.000 kelompok, didampingi oleh 4.236 pendamping kelompok,” ujarnya. (*)

Reporter : M Idris

Editor : M Idris

Konten Terkait

Netizen Getol Incar Waralaba Restoran

Val Vasco Venedict

Perlahan Rupiah Mulai Menguat

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Listrik Padam Hampir 24 Jam, Ketua DPRD Medan: PLN Harus Tanggung Jawab dan Beri Kompensasi

OJK Apresiasi Inovasi Peduli Disabilitas TPAKD Langkat

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bisnis Laundry Terus Bertumbuh, Samsung Hadirkan Solusi untuk Dukung Produktivitas Pelaku Usaha

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Arus Balik Lebaran, Pertamina Regional Sumbagut Pastikan Kesiapan Layanan Energi Bersama Staf Khusus Menteri ESDM

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara