Prosumut
Umum

Sepekan Ini Sumut Berpotensi Hujan Lebat

PROSUMUT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, bahwasanya hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan Edison Kurniawan menyampaikan, kondisi ini berpeluang terjadi dalam periode 23-26 September 2019 dan 27-30 September 2019.

“BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan hujan dengan intensitas lebat akan berpotensi terjadi di beberapa wilayah termasuk Sumatera Utara,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa 24 September 2019.

Edison memaparkan, pada periode 23-26 September 2019, hujan lebat ini berpotensi terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

BACA JUGA:  LPS I Medan Edukasi Anak Muda Tentang Literasi Keuangan dan Kewirausahaan

Sedangkan pada periode 27-30 September 2019, hujan lebat yang terjadi akan berpotensi terjadi secara lebihuas, yakni di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

“BMKG mengidentifikasi bahwa terdapat perubahan kondisi atmosfer yang cukup signifikan sejak tanggal 21 September 2019. Perubahan kondisi atmosfer tersebut berupa pelemahan desakan massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia,” sebutnya.

BACA JUGA:  Sebulan, 33 Kasus Narkoba Jaring 34 Tersangka

Ia menjelaskan, pelemahan desakan massa udara kering ini mengakibatkan daerah massa udara basah yang sebelumnya cenderung berada di utara Indonesia kini cenderung meluas ke wilayah Indonesia bagian selatan.

Selain itu, jika dilihat dalam skala yang lebih luas, daerah tekanan rendah di Teluk Benggala memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan pola angin di wilayah Indonesia.

“Sejak tanggal 21 September 2019, pola angin di wilayah Indonesia tidak lagi didominasi dari arah tenggara hingga selatan tetapi cenderung dari arah timur. Diprakirakan pada tanggal 23 September 2019 daerah tekanan rendah di Teluk Benggala tersebut mengalami penguatan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Amrizal SH MH Tegaskan Tak Maju sebagai Calon Ketua PWI Sumut 2026-2031

Akibatnya, sambung dia, daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) diprakirakan akan terbentuk memanjang di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kep. Riau, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung.

Keberadaan daerah konvergensi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

“Atmosfer skala lokal juga menunjukkan kondisi yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan. Indeks labilitas atmosfer di sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera mengindikasikan kondisi atmosfer yang cukup mendukung untuk terbentuknya awan hujan dalam sepekan ke depan,” tandasnya. (*)

Konten Terkait

Hari Bhakti Adhyaksa ke-60, Ini Ucapan Kapolres Labuhanbatu

admin2@prosumut

Sistem Zonasi Permudah Calon Jamaah Haji

Ridwan Syamsuri

Zona Sesar Bergerak, Taput Diguncang Gempa Tektonik

Val Vasco Venedict

Pesta Daging Anjing, 27 Warga Simalungun Keracunan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

214 Personel Satpol PP Sergai Mendadak Dites Urine

Ridwan Syamsuri

Aparat Terlibat Bisnis Narkoba Freddy Budiman

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara