Prosumut
Pemerintahan

Sempat Diperiksa Propam Terkait Hairos, Kapolsek Pancurbatu Tidak Terlibat

PROSUMUT –  Kapolsek Pancurbatu AKP Dedi Dharma bersama anggotanya sempat diperiksa penyidik Propam Polrestabes Medan terkait kasus Hairos Waterpark yang melanggar protokol kesehatan. Namun, dari pemeriksaan ternyata tidak terbukti mempunyai kesalahan.

“Tidak terbukti dan tidak ada kesalahan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko kepada wartawan, Senin sore 5 Oktober 2020.

Karena itu, lanjut Riko, pemeriksaan terhadap Kapolsek Pancur Batu dan anggotanya sudah dihentikan. Sebab, Polsek Pancurbatu tidak pernah mengeluarkan izin keramaian untuk acara di Hairos Waterpark yang membuat heboh hingga viral di media sosial.

BACA JUGA:  Pemkab Langkat Ingin Terapkan Satu Data dan Geospasial

“Kasus dihentikan dan Kapolsek Pancur Batu seperti biasanya untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, terus menjaga suasana aman dan kondusif di wilayah hukumnya,” tandas Riko.

Sebelumnya, Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya juga melakukan penyelidikan terhadap internal. Karena itu, dilakukan pemeriksaan terhadap oknum personel Polsek Pancurbatu.

“Propam Polrestabes Medan juga melakukan pemeriksaan, apakah ada keterlibatan oknum Polsek setempat,” ujar Irsan beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, Propam Polrestabes Medan meminta keterangan terhadap Kapolsek hingga petugas piket saat peristiwa itu terjadi.

BACA JUGA:  Disdik Sumut Kebut Program Strategis Daerah, Rehab 187 Ruang Kelas Ditargetkan Rampung September

“Yang jelas (diperiksa) pastinya Kapolsek. Kemudian, fungsi yang terkait, (personel) intel dan petugas piket pada waktu kejadian,” ucapnya.

Menurut dia, dengan melakukan penyelidikan terhadap internal kepolisian diharapkan kasus ini menjadi lebih jelas. “Untuk perkembangannya, nanti akan disampaikan lebih lanjut. Kemungkinannya memang ada, tetapi masih didalami,” katanya sembari menambahkan, dalam kasus itu, Polrestabes Medan terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terkait.

Sebagaimana diketahui, General Manager (GM) Hairos Waterpark, Edi Sahputra, ditetapkan tersangka oleh Polrestabes Medan terkait pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

“Setelah dilakukan gelar perkara oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan, kita putuskan General Manager-nya sebagai tersangka,” ujar Irsan dalam keterangan pers di Mapolrestabes Medan, Jumat 2 Oktober 2020.

BACA JUGA:  Disdik Sumut Kebut Program Strategis Daerah, Rehab 187 Ruang Kelas Ditargetkan Rampung September

Akibat perbuatannya, GM Hairos Waterpark dijerat dengan Pasal 93 Jo Pasal 9 ayat 1 UU RI Nomor 5 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan junto Permenkes Nomor 017 Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Ancaman hukumannya, 1 tahun penjara dan atau denda Rp100 juta. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Soal Penerimaan PPPK, DPRDSU: Pusat Jangan Bebankan ke Daerah

Wali Kota Binjai Buka Popkot 2019

HUT Tebingtinggi, Diwarnai Ziarah ke Makam Datuk Bandar Kajum

admin2@prosumut

Janji Turunkan Harga Migor Lunas, Mendag Zulhas Luncurkan MINYAKITA

PT Aquafarm Bantu 50.000 Benih Ikan Tilapia ke Kelompok Tani

Editor Prosumut.com

Bupati Langkat Tinjau Penyaluran BST dan Hadiri Paripurna

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara