Prosumut
Kriminal

Pelaku Pembunuh Dua Anak Tiri Diringkus

PROSUMUT – Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota meringkus pelaku pembunuhan dua bocah yang dibunuh bapak tirinya.

Pelaku dibekuk dalam tempo 7 jam, pasca penemuan mayat kedua bocah tersebut di parit samping Sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso Gang Abadi, Kecamatan Medan Maimun, Minggu 21 Juni 2020 pagi.

BACA JUGA:  Pekerjanya Tabrak Mobil Avanza, Pengusaha Truk Angkut Alat Berat Ogah Tanggung Jawab

Kedua bocah itu bernama Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5). Sedangkan pelakunya adalah Rahmadsyah (28).

“Pelaku diamankan sekitar 7 jam setelah kejadian (penemuan mayat korban). Pelaku ditangkap di Jalann Satria Delitua tanpa ada perlawanan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dalam keterangan pers usai menggelar pra rekonstruksi di lokasi penemuan mayat, Senin 22 Juni 2020 sore.

BACA JUGA:  Pekerjanya Tabrak Mobil Avanza, Pengusaha Truk Angkut Alat Berat Ogah Tanggung Jawab

Menurut Riko, pelaku mengakui semua perbuatannya dan membunuh kedua anaknya sendiri dengan tangan kosong.

“Setelah menangkap pelaku, kemudian dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti. Selanjutnya, baru dilakukan pra rekontruksi. Ada 17 adegan diperagakan oleh tersangka Rahmadsyah sementara ini, karena kemungkinan bisa berkembang,” ujar Riko.

BACA JUGA:  Pekerjanya Tabrak Mobil Avanza, Pengusaha Truk Angkut Alat Berat Ogah Tanggung Jawab

Ia menambahkan, pihaknya masih mendalami lagi lebih lanjut kasus ini. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Terdakwa Kasus Penganiayaan, Akui Pukul Korban

BNNP Sumut Musnahkan 5,8 Kg Sabu dan 968 Butir Ekstasi Milik WN Malaysia

Diduga Korban Pembunuhan Berencana, Lawyer Keluarga Fajar Siringo-ringo Desak Tetapkan Tersangka

Dugaan Penganiayaan di Pesantren Tanjungpura Dipolisikan

Editor Prosumut.com

3 Hari Operasi, Polsek Medan Timur Ringkus 6 Pengedar

Angkot Ditabrak Kereta Api, Sopir Diduga Mabuk Tuak

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara