Prosumut
Pendidikan

Ini Keluhan Pimpinan Pondok Pesantren di Langkat

PROSUMUT – Pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Langkat, mendatangi kantor DPRD setempat, Rabu pagi 15 Juli 2020. Kedatangan mereka bertujuan mengadu tentang nasib pondok pesantren di tengah normal baru, buntut wabah Pandemi Covid-19.

Kedatangan pimpinan perwakilan pondok pesantren itu diterima Sekretaris Komisi B Fatimah dari partai  PKS dan anggota lainnya. Seperti Safii dari Partai Perindo dan sejumlah Anggota DPRD Langkat.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Langkat menceritakan nasib mereka di tengah wabah Covid-19.

Kepada DPRD Langkat, pihak pesantren meminta kejelasan, agar pemerintah dapat mengaktifkan kegiatan belajar mengajar terhadap para santri dengan menggunakan protokol kesehatan.

Mahfud Sidik yang merupakan Ketua Badan Silaturahmi Pondok Pesantren Kabupaten Langkat mengatakan, selama Pandemi Covid-19, ratusan  tenaga pengajar dari puluhan pondok pesantren yang ada, hingga saat ini tidak memiliki pemasukan. Sebab, karena ditutupnya kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA:  Kadisdik Langkat Mengundurkan Diri

Hingga saat ini, para guru yang mengajar di pondok pesantren tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten Langkat.

“Kami merupakan para pendidik calon calon pemimpin agama yang ada di Kabupaten Langkat. Namun hingga saat ini, kami tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ratusan guru tidak bekerja, dan kami meminta ketegasan kepada pihak pemerintah untuk segera dapat membuka kembali pondok pesantren,” ujar Mahfud Sidik di hadapan wakil rakyat dan unsur perwakilan pemerintah.

BACA JUGA:  Kadisdik Langkat Mengundurkan Diri

Rapat juga dihadiri pimpinan dari sejumlah instansi  Pemerintah Kabupaten Langkat serta perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Langkat. Mereka secara langsung mendengarkan keluhan para pimpinan pondok pesantren dan memerikan berbagai pendapat untuk memperjuangkan nasib para tokoh agama ini.

Pihak pondok pesantren juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat untuk memantau secara langsung kesiapan yang telah dilakukan pesantren dalam menghadapi normal baru.

Tujuannya, agar menjadi tolak ukur bahwasanya pondok pesantren telah melakukan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari pemerintah.

Dalam sambutannnya perwakilan dari Gugus Tugas Covid-19 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat mengatakan, hingga saat ini status Kabupaten Langkat termasuk dalam zona merah dengan jumlah pasien Covid-19 sebanyak 21 orang. Pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 2 orang.

BACA JUGA:  Kadisdik Langkat Mengundurkan Diri

“Sehingga kita dari Tim Gugus Tugas Dinas Kesehatan menyarankan agar semua pihak tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ajuran pemerintah,” katanya.

Dalam pertemuan ini, semua keluhan yang disampaikan pihak pesanteren kepada pimpinan sidang yang dipimpin Sekretaris Komisi B, Fatimah.

“Pertemuan ini menjadi masukan pihak kami di Komisi B DPRD Kabupaten Langkat dan selanjutnya akan dibahas dalam agenda rapat dengar pendapat  atau RDP,” bebernya. (*)

 

Reporter : Muhammad Akbar
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Akbid Langkat Wisuda 25 Bidan, Bupati Minta Berikan Warna Positif

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Balai Bahasa Provinsi Sumut Implementasikan Tiga Program Prioritas Lewat 7 KKLP

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

ICCSCI 2026 di Binus Medan, Dorong Inovasi Human-Centered dalam Semangat Global Digitalpreneur

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Sekolah Diminta Latih Anak Didik Tanggungjawab Atas Sampah

Ridwan Syamsuri

Implementasi Biaya Sekolah SD dan SMP Gratis Bisa Terlaksana pada 2026, Kurangi Anggaran MBG

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Menyedihkan! Di Medan, Masih Ada Sekolah yang Cuma Punya 3 Kelas

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara