Prosumut
Ekonomi

Dampak Virus Corona, Penjualan Bawang Putih Turun 30 persen

PROSUMUT – Kepanikan ditengah masyarakat terkait bahan pangan pokok mulai terjadi. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan penjualan bawang putih yang anjlok sekitar 30 persen setiap harinya.

Hal ini membuat pedagang mulai resah dengan pemberitaan mengenai virus corona (Covid-19) yang masuk ke Indonesia. Mengingat, bawang putih memang banyak yang didatangkan dari China, sehingga masyarakat takut bahwa bawang putih akan menjadi salah satu pintu masuk corona.

“Padahal Covid-19 menurut para ahli mampu bertahan diluar inangnya sekitar 9 hari. Nah bawang putih ini mulai dari dipanen, dikemas hingga diterima barangnya di Indonesia ini bisa mencapai 30 hari. Kalau hanya bicara satu pelabuhan di China hingga sampai ke Indonesia itu, perjalanan lautnya sekitar lebih kurang 14 hingga 16 hari. Jadi ,memang lagi-lagi khawatir mengkonsumsi bawang putih ini kurang didukung dengan alasan yang kuat dan meyakinkan,” ujar Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, Rabu 4 Maret 2020.

BACA JUGA:  Indosat Perkuat Jaringan 5G di Medan, Dukung Aktivitas Digital Masyarakat

Kata Gunawan, kabar seperti ini akan membuat ketidakstabilan harga di pasar. Meskipun kalau ada masyarakat yang takut mengkonsumsi bawang putih, bukan berarti disalahkan dengan tindakan tersebut tetapi terlalu berlebihan rasa takutnya.

BACA JUGA:  Pertamina SMEXPO 2026, Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembinaan UMKM

Sama halnya kekhawatiran saat hewan ternak babi di Sumut yang terkena virus ASF maupun cholera. Meskipun sejumlah ahli menyatakan penyakit tersebut tidak menular kemanusiaan.

“Namun tetap saja data berbicara lain. Konsumsi daging babi anjlok dan memicu kenaikan harga daging ayam sebelumnya. Bawang putih saat ini juga demikian, sangat potensial memicu kenaikan harga bawang lainnya. Lagi-lagi saya menyarankan jangan terlalu berlebihan dalam menambahkan rasa cemas saat mengkonsumsi kabar yang jelas-jelas bukan keluar dari seorang ahli yang kompeten di bidangnya,” ungkap Gunawan.

BACA JUGA:  Pertamina SMEXPO 2026, Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembinaan UMKM

Ia melanjutkan, tanyakan kepada orang yang tepat, dan masyarakat juga harus melihat kabar yang proporsional khususnya terkait pencegahan agar corona tidak menyerang.

“Dan disitu sudah tertulis dengan jelas juga bagaimana Covid-19 ini bisa bertahan di permukaan suatu benda. Jadi, masyarakat harus detail dan rinci dalam mencari informasi, dan harus komperhensif,” imbuhnya. (*)

Konten Terkait

Legilatif Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD Langkat 2025

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Jelang Puasa, Harga Sejumlah Komiditi di Medan Merangkak Naik

Ridwan Syamsuri

Harga Emas Melonjak Tajam, Capai Rp700 ribu

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Perubahan Iklim, Ini Ajakan The Body Shop Indonesia ke Kaum Muda

Stok Pangan di Bulog Sumut Aman untuk 4 Bulan

admin2@prosumut

40 Kepala Negara Berikan Selamat Kepada Jokowi Karena Menangkan Pemilu

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara