Prosumut
Ekonomi

Agustus, Sumut Berpeluang Inflasi 0,05 Hingga 0,13 Persen

PROSUMUT – Bulan Agustus ini, Sumut berpeluang mencetak inflasi. Hal ini didorong oleh harga sejumlah kebutuhan pokok yang memang sedikit lebih tinggi dari rata-rata bulan Juli.

“Dampak dari perayaan Idul Adha di akhir bulan Juli, ditambah erupsi Gunung Sinabung menjadi kontributor paling besar terhadap pembentukan inflasi di bulan Agustus,” ujar pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Jumat 28 Agustus 2020.

Disebutkannya, beberapa komoditas pangan seperti cabai mengalami rata-rata kenaikan harga tipis. Untuk harga cabai merah dan cabai rawit selama bulan Agustus mengalami rata rata kenaikan 8 persen hingga 10 persen. Meskipun sepekan menjelang akhir bulan Agustus ini harga cabai rawit bergerak dalam kecenderungan turun.

BACA JUGA:  Stabilitas Jasa Keuangan Sumut Tetap Terjaga hingga Akhir 2025

“Harga cabai rawit di bulan Agustus turun dari kisaran Rp 34 ribu perkilogram (perkg), saat ini hanya Rp 20 ribu perkg. Demikian halnya juga dengan cabai merah yang turun dari kisaran Rp 26 ribu menjadi Rp 23 ribuan saat ini. Namun, penurunannya terjadi di hari-hari terakhir, sehingga secara ratarata masih mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya,” ungkap Gunawan.

Selanjutnya bawang putih yang juga mengalami kenaikan rata-rata Rp 12 persen hingga 22 persen. Untuk bawang putih ini harganya sangat bergantung pada harga di luar, karena umumnya didatangkan dengan cara impor.

Kemudian, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan seiring dengan harga CPO dari kisaran 2.400 ringgit perton menjadi 2.700 ringgit perton.

BACA JUGA:  Texas Chicken Buka Gerai Baru di Delipark Mall Medan

“Sejumlah harga komoditas sayur-sayuran akibat erupsi sinabung juga akan memberikan kontribusi pada pembentukan laju inflasi dari tanaman, seperti tomat, kol, brokoli dan sayuran lainnya. Harga telur ayam juga rata rata mengalami kenaikan rata rata 3 persen,” paparnya.

Sementara itu, sejumlah harga komoditas yang mengalami penurunan diantaranya adalah bawang merah. Harganya anjlok sekitar 10 persen hingga 14 persen. Sedangkan kinerja harga kebutuhan pokok lainnya, seperti daging ayam turun sekitar 10 persen dan  gula pasir turun sekitar 1 persen.

“Dari perhitungan yang saya lakukan, diperkirakan bulan ini (Agustus) Sumut akan merealisasikan inflasi tipis dalam rentang 0,05 persen hingga 0,13 persen,” cetus Gunawan.

BACA JUGA:  Satgas Nataru 2025/2026 Berakhir, Pertamina Sumbagut Apresiasi Sinergi dan Pastikan Energi Tetap Mengalir

Akan tetapi, sambung dia, di bulan depan harus mewaspadai kemungkinan deflasi. Sebab beberapa harga kebutuhan pokok masyarakat di akhir bulan ini geraknya mengalami penurunan dan sepertinya akan berlanjut hingga bulan depan.

“Ditambah lagi ada bulan Muharram yang selalu menjadi bulan dimana belanja masyarakat mengalami penurunan. Sejauh ini, aktivitas di pasar tradisional terus mengalami penurunan. Rentang penurunan omset penjualan itu beragam antara 15 persen hingga 30 persen. Aktivitas yang turun ini sangat berdampak pada potensi penurunan harga kebutuhan pokok masyarakat nantinya,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melalui Edukasi dan Pendampingan Ekspor

Editor prosumut.com

BRIsyariah Siap Salurkan Pembiayaan Lewat Salam Digital

Editor Prosumut.com

Astra Daihatsu Ajak Masyarakat Medan Nikmati Program DAIFIT 2024

Editor prosumut.com

Telkomsel Ajak Pelanggan Setia di Medan Tukar Poin dengan Diskon dan Voucher Menarik

Editor prosumut.com

Kenalkan Hasanah Card, BNI Syariah Gandeng Banyak Mitra

Editor prosumut.com

Warisi Bisnis Menggurita, Ini lah Kiprah Generasi Penerus Sinar Mas

Val Vasco Venedict
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara