Prosumut
Pendidikan

Pembelajaran Mendalam Stimulus Siswa untuk Lebih Kritis

PROSUMUT – Pembelajaran mendalam atau deep learning akan menuntut guru untuk menstimulus siswa menjadi lebih kritis dalam bertanya, menganalisis masalah, evaluasi dan mencari solusi.

“Pembelajaran mendalam membuat anak jadi kritis, jadi rajin bertanya, hingga mencari tahu sebab akibat.

Ini yang ditekankan oleh menteri kita yang baru,” kata Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan saat menjadi keynote speech dalam Workshop Pendidikan dengan Tema Transformasi Pendidikan Melalui Pembelajaran yang Mendalam di Hotel Santika Dyandra, Medan, Senin 14 April 2025.

Turut hadir dalam workshop pendidikan, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nia Nur Hasanah SSi MPd, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syahdan Lubis, Direktorat PAUD Djejeng Baskoro MPd, Narasumber Kepala Sekolah SMA Wahidin Sudirohusodo Medan DR Huliman MKom, Direktur Pengembangan Pendidikan USU Ir Ikhsan Siregar ST MEng PhD, moderator Rezeki Lumbantoruan SPd.

Sofyan Tan menyampaikan, guru atau tenaga pendidik tidak perlu khawatir atau bingung jika ada perubahan konsep pola pembelajaran saat ini.

Jika sebelumnya dikenal kurikulum Merdeka, sekarang menggunakan istilah pembelajaran mendalam.

Menurutnya, konsep inti dari keduanya tidak jauh berbeda, hanya ganti kulit. Sama-sama menekankan agar guru menjadi sosok yang multi tasking dalam keilmuan agar dapat memberi dorongan atau stimulus pada siswa lebih aktif dalam belajar.

Lanjut Sofyan Tan, sistem pendidikan memang dituntut untuk terus mengalami pembaruan dan perubahan yang cepat sesuai dengan perkembangan zaman.

Kalau dulu pendidikan mengedepankan hapalan dan mendikte, namun saat ini lebih pada bagaimana siswa dapat beradaptasi dengan teknologi.

Apalagi dengan adanya artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, yang sudah banyak bermunculan dalam bentuk aplikasi di handphone.

Sementara itu, Direktur PAUD Nia Nur Hasanah mengatakan, workshop pendidikan terselenggara atas kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI.

Tema kali ini terkait bagaimana guru atau tenaga pendidik dapat mengetahui sesungguhnya pendidikan pembelajaran mendalam diaplikasikan di satuan pendidikan.

Pembelajaran mendalam memiliki pendekatan pembelajaran dengan konsep 3 ful.

Pertama, menekankan keseimbangan antara perhatian penuh (maindfulness).

Kedua, makna yang mendalam (meaningful), dan ketiga yaitu pengalaman belajar yang menyenangkan (joyful).

Selain itu perlu juga dipahami mengenai 7 kebiasaan anak Indonesia hebat yang dicanangkan m enteri Dikdasmen, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan cepat istirahat. (*)

Editor: M Idris

BACA JUGA:  Sofyan Tan: Perjuangan 12 Tahun Berbuah, PTS Akhirnya Dapat Bantuan Operasional

Konten Terkait

Sosialisasi Pembinaan Literasi Generasi Muda, Sofyan Tan: Harus Kritis Terhadap Sumber Bacaan

Jadikan Perpustakaan sebagai Istana Pintar Bagi Anak

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Ikuti Try Out di UISU, Siswa Diharapkan Lebih Matang Hadapi UN

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Tanoto Foundation Sumut Dukung Kurikulum Merdeka Melalui Program PINTAR

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Juknis PPDB SMP Negeri Belum Diterima, Mungkin Masih Terapkan Sistem Zonasi

Ridwan Syamsuri

Kisah Ray Wijaya, Penerima Beasiswa Tanoto Foundation Gapai Masa Depan Lebih Baik

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara