Prosumut
KesehatanTekno

Alamak, 230.000 Data Tes Covid-19 Dijual di Pasar Gelap

PROSUMUT.COM – Sekitar 230,000 data Covid-19 milik warga Indonesia bocor, dan diketahui telah dijual oleh hacker di dark web.

Hal ini menjadi bukti kalau perlindungan yang diberikan pemerintah terhadap data masyarakat Indonesia masih lemah. Padahal, data sudah menjadi komoditas yang nilainya setara dengan minyak bumi.

Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai kebocoran data tes Covid-19 dan kasus kebocoran lainnya di Indonesia membuktikan bahwa perlindungan data pemerintah masih lemah.

“Kebocoran data selalu terjadi dan tidak hanya di institusi pemerintah saja. Kemarin data e-commerce juga bocor kan. Kemungkinan banyaknya data yang bocor karena perlindungan yang kurang baik dari pengelolaan database,” kata Alfons pada Rabu 24 Juni 2020.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut dan BPJS Kesehatan Sepakat Tingkatkan Akses dan Mutu Layanan Peserta JKN

Alfons menambahkan, pemerintah jangan memandang sebelah mata terkait perlindungan data.

Pasalnya, di era digital sekarang, data menjadi komoditas yang bernilai tinggi layaknya minyak bumi. Pemerintah perlu melindungi data masyarakat Indonesia dengan baik seperti data tes covid-19.

“Pemerintah harusnya meningkatkan skill pengelolaan data dan meningkatkan kesadaran atas pentingnya data yang saat ini sudah menjadi komoditas yang lebih berharga dari minyak. Dan memberikan kesadaran kepada seluruh pemangku kepentingan atas pentingnya melindungi data dan kredensial dengan baik,” tutur Alfons.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut dan BPJS Kesehatan Sepakat Tingkatkan Akses dan Mutu Layanan Peserta JKN

Selain itu, pemerintah harus belajar dari kasus dugaan kebocoran data tes Covid-19 ini. Tujuannya, agar kasus serupa bisa diminimalisir atau bahkan dicegah dengan baik.

“Mereka sudah belajar dari pengalaman kan. Tergantung sejauh mana mereka mengambil hikmah dan mitigasi yang tepat untuk mencegah hal yang sama terjadi di masa depan,” tambah Alfons.

Alfons memberikan tips agar pemerintah bisa melindungi data dari peretas. Caranya dengan selalu meningkatkan dan memperbarui server data sehingga celah keamanan bisa ditutup dengan baik.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut dan BPJS Kesehatan Sepakat Tingkatkan Akses dan Mutu Layanan Peserta JKN

“Maintenance server database dan user database dengan baik dan benar. Selalu update patch terbaru, backup teratur, patch celah keamanan dan lakukan pentest teratur, hargai bounty hunter yang membantu menginformasikan celah keamanan di server,” tutup Alfons.

Sebelumnya, sekitar 230,000d milik warga Indonesia yang melakukan tes covid-19 diduga bocor, dan dijual oleh hacker di dark web.

Berdasarkan penelusuran , ada 230 ribuan data pasien yang mencakup nama, alamat lengkap, dan data pribadi lainnya, yang dijual di situs Raid Forums. (*)

Sumber : Telset.id
Editor : Val Vasco Venedict

Konten Terkait

12.000 Kartu BPJS Kesehatan Warga Medan Batal Didistribusikan

Ridwan Syamsuri

Wali Kota Medan akan Perbaiki Sistem, Sarana dan Prasarana RSUD Pirngadi

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

BPJS Kesehatan Ingatkan Faskes Tidak Tolak Peserta JKN-KIS yang Gunakan KTP

Kabut Asap Bisa Buat Iritasi Mata

RS Adam Malik Tegaskan Komitmen dalam Layanan Stroke

Pasien RSUD Pirngadi Medan Meningkat di Awal Desember

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara