PROSUMUT– Rumah Sakit (RS) Adam Malik menghadirkan teknologi Intra Operative Neuro Monitoring (IONM) yang digunakan dalam melakukan operasi Petroclival Meningioma Tumor Removal pada penanganan kasus tumor otak.
Dijelaskan dokter ahli bedah saraf RS Adam Malik Prof Dr dr Ridha Dharmajaya SpBS(K), operasi petroclival meningioma tumor removal ini dilakukan pada salah satu kasus tumor otak yang sangat sulit, karena posisinya berada di dasar tengkorak.
Untuk itu, digunakan teknologi IONM agar dapat memantau fungsi saraf secara real-time selama operasi berlangsung, sehingga membantu meningkatkan keamanan tindakan bedah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
“Kita melaksanakan operasi kasus tumor otak yang cukup sulit, menjaga agar jangan sampai timbul kecacatan atau kerusakan saraf pasca operasi dilakukan.
Insya Allah memiliki hasil yang baik, dan kita berharap dengan adanya alat bantu IONM akan membuat hasil operasi kita menjadi lebih baik,” terang dr. Ridha menjelaskan mengenai penggunaan teknologi IONM tersebut, Kamis 24 September 2026.
Operasi petroclival meningioma tumor removal sendiri merupakan prosedur bedah saraf untuk mengangkat tumor jinak yang tumbuh di area petroklival atau dasar tengkorak.
Tindakan ini termasuk salah satu operasi yang paling kompleks dan sangat sulit, karena lokasi tumor berada jauh di dalam, berdekatan dengan saraf kranialis, pembuluh darah utama, serta batang otak.
“Kita melakukan operasi tumor otak yang letaknya sangat dalam, yaitu daerah petroklival sebelah kiri, di mana daerah ini terdapat saraf-saraf penting pada otak, yaitu saraf kranialis,” kata dokter ahli bedah saraf lainnya di RS Adam Malik, dr Reyhan Aristo MKed(Neurosurg) SpBS-FTO.
Karena itu, operasi ini dilakukan bekerja sama dengan dokter ahli neurologi. Operasi ini pun dilakukan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, karena setiap prosedur harus mempertimbangkan struktur saraf dan pembuluh darah penting di sekitar tumor yang berada di dalam otak.
Posisinya itu menyebabkan tindakan operasi ini memiliki risiko tinggi terhadap kerusakan saraf, apabila tidak dilakukan dengan dukungan teknologi yang memadai.
Dokter spesialis neurologi RS Adam Malik yang turut terlibat dalam operasi ini, Dr dr Aida Fitri SpS(K) menambahkan bahwa teknologi IONM digunakan untuk membantu memantau respons sistem saraf secara terus-menerus selama pelaksanaan tindakan operasi.
Apabila terjadi perubahan fungsi saraf ketika prosedur operasi berlangsung, maka tim bedah dapat segera melakukan penyesuaian terhadap prosedur yang sedang dilakukan.
“Jadi di sini kita menggunakan IONM untuk memantau fungsi saraf selama tindakan operasi. Tujuannya untuk meminimalkan risiko cedera saraf yang terpapar oleh tindakan operasi,” jelas dr Aida. (*)
Editor: M Idris

