Prosumut
Berita

Menlu Retno sampaikan Pidato di sidang PBB di Amerika Serikat

PROSUMUT – Sesi Debat Umum PBB di Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di New York, Amerika Serikat (AS), masih berlanjut. Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi akan menyampaikan pidato mewakili pemerintah hari ini.
Berdasarkan jadwal resmi di situs PBB, seperti dilihat Senin (26/9/2022) pagi, waktu AS, Indonesia dijadwalkan menyampaikan pidato di Sesi Debat Umum pada pagi hari. Sebelum Indonesia, ada 5 negara yang bakal menyampaikan pidatonya terlebih dahulu.

Menlu Retno bakal mewakili Indonesia menyampaikan pidato. Belum diketahui apa yang akan disampaikan Menlu di forum dunia. Akan tetapi, Retno, di sela Sidang Majelis Umum PBB, terus membawa misi KTT G20 di Bali November mendatang, keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023, isu pangan dan pupuk dunia, hingga soal Afghanistan, dalam pertemuan bilateral ataupun trilateral di AS.

BACA JUGA:  Korban Banjir Langkat Diboyong ke Jakarta

Paradigma Baru
Menlu Retno juga menyampaikan perihal paradigma baru selama kunjungan kerjanya di Amerika. Paradigma baru yang dimaksud yakni mengenai kerja sama internasional, saat mengikuti forum menteri luar negeri Gerakan Non-Blok (GNB).

BACA JUGA:  Kadisdik Langkat Mengundurkan Diri

Pertemuan GNB dilaksanakan di sela Sidang ke-77 Majelis Umum PBB di New York. Indonesia merupakan salah satu pelopor berdirinya GNB yang mengambil inspirasi dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955.

“Dunia saat ini diwarnai dengan rasa saling tidak percaya dan rivalitas. Karenanya, GNB harus bersatu dan membentuk paradigma baru untuk menjawab situasi tersebut,” kata Menlu Retno di New York, Rabu (21/9).

Retno menyampaikan situasi keamanan global saat ini serupa dengan situasi dunia pada 1961, tahun pembentukan GNB. Retno mengutip pandangan Sukarno pada 1961, yaitu ‘politik berbasis kekuatan dan persenjataan hanya akan berakhir di medan perang’.

BACA JUGA:  Korban Banjir Langkat Diboyong ke Jakarta

Menlu Retno menggugah negara-negara GNB untuk menyuarakan tiga paradigma baru guna mencegah konflik dan peperangan pecah. Paradigma pertama adalah kepercayaan strategis yang perlu dikedepankan, kedaulatan dan integritas teritorial harus dijunjung tinggi, dan terakhir penyelesaian damai konflik harus terus didahulukan. (*)

Editor : Ronny Sitorus

Sumber : detik.com

Konten Terkait

Survey Litbang Kompas : Elektabilitas Ridwan Kamil Melejit

Kadisdik Langkat Mengundurkan Diri

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Tiorita Ingatkan ASN Pesan KPK

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Hasil Musra Gabungan Relawan Jokowi : Ganjar Teratas, Disusul Prabowo

Sekjen PDIP : PDIP Juga Monitori Ganjar Pranowo

Pimpinan DPRD Medan Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Banjir

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara