Prosumut
Ekonomi

Perdagangan AS-China Masih Panas, Harga Minyak Merosot

PROSUMUT – Harga minyak mentah dunia turun dipicu berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Cina. Hal lainnya, tanda-tanda perlambatan ekonomi China dan India serta berita melonjaknya produksi AS melemahkan batas produksi minyak OPEC.

Melansir laman Reuters, Jumat 1 Maret 2019, harga minyak patokan global Brent untuk April berakhir turun 36 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD 66,03 per barel. Sementara harga minyak Brent kontrak Mei turun 27 sen, atau 0,4 persen, menjadi USD 66,31.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April naik 28 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD 57,22 per barel.

BACA JUGA:  Triwulan II-2026, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,5 Persen

Pada Februari, harga minyak mentah AS naik 6,4 persen dan minyak mentah Brent naik 6,6 persen. Harga telah dinaikkan sejak Januari oleh pemotongan pasokan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia – sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +.

Aktivitas pabrik di China, importir minyak terbesar di dunia, menyusut untuk bulan ketiga pada Februari karena pesanan ekspor turun pada laju tercepat sejak krisis keuangan satu dekade lalu.

BACA JUGA:  Triwulan II-2026, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,5 Persen

Ekonomi India kehilangan momentum pada kuartal terakhir 2018, mengurangi tingkat pertumbuhan tahunan menjadi 6,6 persen, laju paling lambat dalam lima kuartal dan jauh lebih sedikit dari yang diperkirakan.

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis memperingatkan jika dirinya bisa meninggalkan perjanjian perdagangan dengan China, bahkan ketika penasihat ekonominya memuji kemajuan “fantastis” menuju kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan dengan negara Asia tersebut.

Amerika Serikat dan China telah memberlakukan tarif untuk barang-barang satu sama lain senilai ratusan miliar dolar, yang mengguncang pasar keuangan.

BACA JUGA:  Triwulan II-2026, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,5 Persen

Harga minyak mentah juga terseret oleh berita bahwa produksi minyak AS melonjak lebih dari 2 juta barel per hari (bph) dalam satu tahun terakhir menuju rekor 12,1 juta bph pekan lalu.

Pemerintah AS mencatat impor minyak AS dari Arab Saudi dan Venezuela telah merosot tajam. Hal itu membantu menekan stok minyak mentah komersial AS sebesar 8,6 juta barel pekan lalu. (*)

Konten Terkait

Iran-AS Perang, Harga BBM di Indonesia Berpotensi Naik

Dampak Banjir Medan, Kerugian Materi Minimal Rp55 Miliar

Editor Prosumut.com

Sepanjang 2023, Pembiayaan Adira Finance Area Sumbagut Tumbuh 41 Persen

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Sumut Alami Deflasi Cukup Dalam Secara Bulanan pada Juli 2024, Dua Komoditas Ini Jadi Penyumbang Terbesar

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Ubiklan Kenalkan Konsep Human Billboard Berbasis Teknologi

Pro Sumut

Mulai Besok, Tarif Bea Masuk dan PPN Barang Kiriman Luar Negeri Naik

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara