Prosumut
Umum

PP-IPK Binjai Bentrok Rebutan Lahan HGU PTPN II, 1 Luka

PROSUMUT – Sekelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) terlibat bentrok di areal lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II, persisnya di Jalan Danau Makalona, Kecamatan Binjai Timur, Rabu 6 Mei 2020.

Akibat peristiwa itu, satu orang dari kubu IPK dilaporkan mengalami luka serius. Selain itu, kerugian materil oleh kubu PP karena kantornya di lokasi kejadian mengalami kerusakan cukup parah.

Untuk mencegah bentrok yang berkelanjutan, Polres Binjai melalukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Mediasi berlangsung di Aula Catur Sakti dipimpin Kapolres Binjai AKBP Romadhoni.

BACA JUGA:  PSMS Buktikan Persiku Tumbal di SUSU

Ketua DPD IPK Kota Binjai Supris dan Ketua MPC PP Binjai J Payo Sitepu hadir dalam mediasi karena dipanggil oleh Kapolres Romadhoni. Disepakati, kedua belah pihak tidak memperpanjang masalah.

Ketua MPC PP Binjai J Payo Sitepu, pada kesempatan itu mengakui, persoalan yang terjadi akibat wilayah atau lahan yang sudah dikelola PP. “Kalau ada lahan yang sudah dikelola PP, maunya jangan lagi diganggu,” tegas J Payo.

“Sama juga seperti PP, kalau sudah ada lahan yang dikelola IPK, jangan diganggu. Kalau ada PP yang menganggu lahan IPK, saya sendiri yang membawa anggota PP itu ke penjara,” tambahnya.

BACA JUGA:  Amrizal SH MH Tegaskan Tak Maju sebagai Calon Ketua PWI Sumut 2026-2031

Terkait peristiwa ini, kata Payo, pihaknya bersedia sama-sama bertanggungjawab atas kerugian yang ditimbulkan.

“Kami siap mengobatkan yang luka, tapi kami minta kesediaan IPK memperbaiki kerusakan. Atau IPK mengobatkan yang luka dan kami memperbaiki yang rusak,” kata J Payo.

Ketua DPD IPK Binjai Supris melalui Sekjennya Firman, mengaku siap mengakhiri polemik yang terjadi. “Kami minta maaf atas apa yag terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Romadhoni menegaskan, sesuai intruksi Kapoldasu, kedepan tidak ada lagi OKP yang mengecat fasilitas umum, seperti tiang listrik dan jembatan.

BACA JUGA:  Amrizal SH MH Tegaskan Tak Maju sebagai Calon Ketua PWI Sumut 2026-2031

“Kalau nanti pihak OKP tidak mau menghilangkan cat yang sudah ada, biar kami nanti yang menghilangkannya,” tegasnya.

“Karena peristiwa atau bentrokan sering terjadi karena adanya wilayah yang ditandai masing-masing OKP. Karena tanda wilayah itu harus segera dihapus,” tambahnya.

Diakhir pertemuan, Ketua MPC PP dan DPD IPK Binjai menanda tangani perdamaian. Salah satu isi dari perdamaian tersebut, kedua belah pihak menanggu masing-masing akibat dari selisih paham yang terjadi dan tidak menempuh jalur hukum. (*)

 

Reporter : Muhammad Akbar
Editor        : Iqbal Hrp
Foto             :

Konten Terkait

Dobrak Tradisi Kenegaraan, Jokowi Turun Salami Komandan Upacara

valdesz

Dansat Brimob Kepri Siapkan Fisik Personel BKO ke Natuna

Sempat Longsor di Sibolangit, Jalur Medan-Berastagi Dibuka Siang

Editor Prosumut.com

Miris, Gegara Instagram Mahasiswi Tewas Jatuh dari Gedung

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Kapolda Sumut Sebut Ancaman Teroris Masih Ada

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Ops Patuh Toba 2020 Mulai 23 Juli, Ini Pesannya

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara