Prosumut
Ekonomi

Harga Emas ‘Tertekan’, Bahkan Berpeluang Turun Lagi

PROSUMUT – Sebulan terakhir ini, harga emas berfluktuasi. Setelah mendapatkan angin segar dari kebijakan penurunan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), harga emas kembali tertekan setelah China dan AS diperkirakan akan kembali melakukan dialog.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, pelaku pasar sangat yakin tercipta kesepakatan di antara China dan AD.

Selain itu, sejumlah pejabat dari kedua belah pihak turut melakukan hal yang sama yakni melontarkan pernyataan yang bernada positif, sehingga memunculkan rasa optimis.

BACA JUGA:  Sensus Ekonomi 2026, Sofyan Tan: Data Bukan untuk Pajak

“Namun, sikap ini tentunya tidak berarti baik bagi semua pihak. Terlebih, bagi investor emas yang tentunya akan memperhitungkan kembali portfolio emasnya,” ungkap dia, Kamis 7 November 2019.

Menurut Gunawan, harga emas selama satu bulan terakhir bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi.

Harganya sempat menembus level 1.500 US Dollar per ons troy, saat Bank Sentral AS memangkas besaran suku bunga acuannya.

BACA JUGA:  Sensus Ekonomi 2026, Sofyan Tan: Data Bukan untuk Pajak

Tren pelemahan mata uang US Dollar terjadi saat itu. Di sisi lain, emas harganya mengalami kenaikan.

“Kondisi justru berbeda saat beberapa hari terakhir dimana AS dan China akan melakukan kesepakatan. Harga emas kembali tertekan dan saat ini dijual dikisaran 1.486,2 US Dollar per ons troy-nya,” sebut Gunawan.

Ia menuturkan, masyarakat harus mengetahui beberapa hal jika kesepakatan dagang antara AS dan China tersebut tercapai.

Dengan begitu, emas berpeluang untuk mengalami penurunan dalam jangka pendek. Namun, jika sebaliknya, maka langsung saja membeli emas.

BACA JUGA:  Sensus Ekonomi 2026, Sofyan Tan: Data Bukan untuk Pajak

“Saran saya, jangan beli emas di posisi saat ini, karena potensi turunnya masih ada. Lakukan pemantauan secara terus-menerus agar kita memiliki momentum waktu yang tepat untuk membeli emas. Saya melihat secara teknikal emas juga akan sulit menembus level 1.500 US Dollar US Dollar per ons troy sampai terkonfirmasi sentiment fundamental yang mampu menggerakannya,” tukas Gunawan. (*)

Konten Terkait

Awal Pekan, IHSG Naik 21 Poin

Pertamina EP Pangkalan Susu Optimalkan Produksi Sumur Migas Eksisting

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Sidak ke Distributor, Mendag Minta Migor Segera Digelontorkan ke Pasar

Bulog Terus Komit Stabilkan Harga Pangan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Wow, 600 Ribu Perbulan Ponsel Ilegal Masuk ke Indonesia

Apotek di Binjai Ini Kehabisan Masker

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara