Prosumut
Budaya

Hari Anak Nasional: Selamatkan Anak  Ditengah Pandemi Covid-19

PROSUMUT – Sebagai generasi penerus bangsa, anak tidak bisa dipisahkan dari maju atau mundurnya suatu bangsa, karena anak akan menjadi pemimpin negeri ini di masa yang akan datang. Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, terasa sangat berbeda pada tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan Pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Kordinator Divisi Anak dan Perempuan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), Elisabeth Juniarti mengatakan upaya perlindungan, pemenuhan hak-hak anak secara utuh dan pengasuhan anak harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan di negeri ini dan juga masyarakat.

Dunia anak adalah dunia bermain, belajar dan berkreasi. Jangan biarkan hak hidup dan tumbuh kembang anak terganggu, yang dampak besarnya akan dirasakan oleh negeri ini.

BACA JUGA:  Plt Bupati dan Kesultanan Langkat Bahas Budaya

“Peran orangtua harus lebih intens dalam mendampingi anak-anaknya belajar dari rumah dan juga dalam pemakaian gadget. Interaksi dan pola komunikasi di keluarga juga harus mulai diaktifkan dan dirubah, sehingga anak merasakan kedekatan dan perhatian yang tulus dari keluarga demi masa depan mereka” jelas Eli, Kamis 23 Juli 2020.

Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), OK Syahputra Harianda, data SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) dari Januari sampai 19 Juni 2020, ada 3.087 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. 852 kekerasan fisik, 768 psikis dan 1.848 kasus kekerasan seksual.

BACA JUGA:  MABMI Perkuat Marwah Melayu dan Persatuan Masyarakat Langkat

“Ini menunjukkan bahwa anak menjadi sosok yang rentan di tengah-tengah masyarakat di saat sulit seperti ini.

Orangtua yang kehilangan pekerjaan menyebabkan pendapatan keluarga menurun drastis dan tingkat stress semakin tinggi, yang pelampiasannya ke anak. Anak jadi sering dimarahi atau malah mendapatkan kekerasan fisik, psikis bahkan kekerasan seksual.

“Termasuk juga perlindungan anak dari paparan asap rokok orangtuanya selama di rumah, yang berbahaya bagi kesehatannya, ini harus mendapatkan perhatian lebih semua pihak,” ungkapnya.

Perlindungan terhadap anak menjadi sesuatu yang mahal, dikarenakan masih banyaknya orang dewasa yang belum atau tidak menyadari bahwa anak juga seorang manusia yang di dalam dirinya melekat hak-hak asasi manusia seutuhnya.

BACA JUGA:  Plt Bupati dan Kesultanan Langkat Bahas Budaya

“Pemerintah dalam hal ini harus cepat bertindak dalam merespon dan menemukan system yang tepat dalam upaya pemenuhan hak-hak anak di masa pandemik ini,” terangnya.

Tanggung jawab kita sebagai bagian dari masyarakat untuk melakukan tindakan konkrit dalam melindungi dan menyelamatkan anak-anak, karena bila terjadi pembiaran dikhawatirkan tingkat kekerasan terhada[ anak semakin tinggi yang akan mengancam masa depan mereka.

OK. Syahputra juga berharap anak-anak Indonesia dapat  terlindungi, lebih maju dan bergembira selama masih berada dirumah di tengah masih merebaknya Covid-19. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            :

Konten Terkait

Pelanggan Asal Tanjungbalai Raih Hadiah Puluhan Juta dari XL

admin2@prosumut

Bupati Asahan Hadiri Kenduri Laut di Kecamatan Silaulaut

Editor Prosumut.com

GP Ansor Batubara Bagikan Paket Sembako ke Masyarakat

admin2@prosumut

Hadiri Perwiritan Massal, Soekirman: Jangan Mau Dilaga-laga

admin2@prosumut

Telkomsel Serahkan Donasi Beras Sedekah untuk Dhuafa & Lansia di Sumatera

Pemkab Labuhanbatu, 49 Hewan Kurban 4 Ekor Tiap Kecamatan

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara