Prosumut
Kesehatan

Bupati Langkat Berencana Turunkan Angka Stunting

PROSUMUT – Inginkan balita negri bertuah selalu sehat,  Bupati Langkat Terbit Rencana berencana tangani penurunan angka stunting. Tujuannya untuk menyelamatkan generasi bangsa, agar dapat tumbuh kembang secara optimal.

Hal tersebut diketahui melalu SK Bupati No: 440.05-29/K/2019 tanggal 31 mei 2019 tentang tim kordinasi penurunan stunting.

“Dimana kepala Bappeda H Sujarno, selaku ketua tim koordinasi diharapkan dapat mengkolaborasikan berbagai program OPD dalam penanganan stunting secara terintigrasi, ” sebut Sekdakab Langkat dr H Indra Salahuddin,  saat berada di ruang kerjanya, Kamis 15 Agustus 2019.

BACA JUGA:  RS Adam Malik Dampingi Operasi Clipping Aneurisma Perdana di RSU Haji Medan

Pada per 31 juli 2019, kata Sekda, Langkat juga berhasil menetapkan Peraturan Bupati No: 32 tahun 2019 tentang peran pemerintah desa dalam konvergebsu pencegahan stunting, dengan memfokuskan pencegahan stunting di 23 kecamatan.

Perbu tersebut, sambung Sekda, sebagai aksi ke empat dari penerapan aksi yang sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Kementrian Perencanaan Pembangunan Kepaka Bappenas, serta hasil Rakornas oleh TNP2K dibawah sekretariat negara Wapres.

“Untuk aksi pertama yaitu menganalisis program penurunan stunting, yang kedua menyusun rekcana kegiatan dan ketiga rembuk stunting. Semua aksi ini telah dilaksanakan oleh Langkat,” sebutnya.

BACA JUGA:  USU Gelar International SPIRIT Summer Course 2026, Bahas Strategi Gizi dan Kesehatan Hadapi Perubahan Iklim

Berdasarkan Perbup tersebut,  maka pelaksanaan intervensi spesifik dilakukan oleh Dinas Kesehatan, sementara pelaksanaan intervensi sensitif dilakukan oleh OPD terkait di bawah koordinasi Bappeda Langkat, tambahnya.

Selanjutnya, Sujarno juga mengatakan,  penanganan stunting juga dimasukan dalam RPJMD Kabupaten Langkat 2019-2024, dalam program peningkatan derajat kesehatan yang masuk dalam komponen IPM (Indek Pembangunan Manusia).

Selain itu,  kata Sujarno, dalam melakukan intervensi spesifik tersebut aparat kesehatan bekerjasama dengan memberdayakan kolompok kader Posyandu, TP PKK Langkat, Ibu perwiritan dan pengajian serta melibatkan penyuluh agama.

BACA JUGA:  USU Gelar International SPIRIT Summer Course 2026, Bahas Strategi Gizi dan Kesehatan Hadapi Perubahan Iklim

“Berdasarkan program tersebut, Bappenas pusat ketika berkunjung di Puskesmas Hinai Kiri Secanggang, mengaku merasa puas atas pelayanan Puskesmas dalam mencegah stunting, ” ungkapnya.

Sementara itu, penyebab stunting, Kadis Kesehatan dr. Sadikun Winato menjelaskan, antara lain perkawinan usia dini di bawah 17 tahun, faktor lingkungan sanitasi dan air bersih,  jamban keluarga, asupan gizi kepada bayi.

“Juga faktor kemiskinan, kultur budaya dan prilaku ibu bayi yg tidak nembawa anaknya ke posyandu atau tidak meriksa kandungannya ke Puskesmas, ” jelasnya. (*)

Konten Terkait

Jubir Gugus Tugas Langkat Wafat di Medan: Positif Covid-19

admin2@prosumut

Kopi Baik, Tapi Kalau Kebanyakan Ini Bahaya yang Menanti

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Gubernur Sumut dan BPJS Kesehatan Sepakat Tingkatkan Akses dan Mutu Layanan Peserta JKN

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Sejak 1 Bulan Lalu Stok Masker di Apotek Medan Kosong

Kasus Konfirmasi Covid-19 di Sumut 3.263

admin2@prosumut

12 Ribu Peserta Baru PBI BPJS Kesehatan Batal #Komisi B DPRD Medan Bakal Gunakan Hak Interplasi#

Ridwan Syamsuri
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara