Prosumut
Ekonomi

Perang Dagang AS- China Pengaruhi Rupiah

PROSUMUT – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China diperkirakan masih akan berlanjut. Hal ini tidak lepas dari belum adanya kesepakatan yang membawa dampak positif bagi kedua negara dan juga perekonomian global. Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang ke-14 yang lalu hanya meredakan situasi perang dagang untuk jangka pendek saja.

BACA JUGA:  BSI Ajak Nasabah Prioritas Medan Optimalkan Investasi Emas

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, perundingan antara kedua Presiden pada KTT G-20 akhir Juni kemarin sebenarnya memberikan secercah harapan. Perundingan ini tidak menghasilkan pengenaan tarif tambahan. Namun tarif yang saat ini sudah dikenakan oleh kedua negara pun tidak dicabut. Kedua Presiden juga mengemukakan adanya upaya untuk mereset kembali negosiasi perdagangan diantara kedua negara major power tersebut.

BACA JUGA:  Semester I-2026, Indosat Bukukan Pendapatan Rp30,7 Triliun

“Namun pernyataan Donald Trump di suatu kesempatan kembali menimbulkan pergolakan di dalam negerinya. Pernyataannya yang mengatakan bahwa Huawei dapat kembali membeli produk-produk Amerika Serikat dalam waktu dekat,”katanya, Rabu )3/7).

Hal ini menjadi disikapi negatif dan disebut tergesa-gesa untuk mencabut kebijakan yang semula diindikasikan untuk menjaga keamanan domestik Amerika Serikat dan menimbulkan pertanyaan atas kelanjutan negosiasi perdagangan.

“Melihat kondisi ini, saya memperkirakan dinamika perdagangan global masih terus berlanjut. Oleh sebab itu pemerintah perlu terus berhati-hati dalam menyiasati perang dagang. Kemungkinan perubahan keputusan yang begitu cepat mengindikasikan adanya kemungkinan perubahan atas kebijakan lainnya seperti yang telah berlangsung di Amerika Serikat saat ini pasca KTT G-20. Walaupun demikian, pernyataan tersebut disambut positif pemerintah China yang mengindikasikan akan membeli kembali produk agrikultur dari Amerika Serikat,” katanya.(*)

BACA JUGA:  Legilatif Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD Langkat 2025

Konten Terkait

May Day Di Tengah Pandemi, Audit Pengusaha yang PHK Buruh!

valdesz

Virus Corona Buat Nelayan Langkat Cemas, Permintaan Lobster Turun

Kartel Tarif Tiket Peswat, KPPU Segera Ketok Palu

Wabup Langkat Ikuti Pertemuan Tahunan BI

Editor Prosumut.com

Pertamina Sumbagut Siap Hadapi Arus Balik, Perkuat Layanan dan Ketersediaan Energi

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

SheHacks 2026 Dorong Perempuan UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Bisnis

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara