Prosumut
Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Terus Menguat

PROSUMUT – Nilai tukar Rupiah terus menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa hari terakhir ini. Namun, penguatan Rupiah tersebut dinilai masih kemurahan atau undervalued.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, ke depannya nilai tukar Rupiah terhadap USD berpotensi terus stabil menguat.

“Nilai tukar Rupiah ke depan akan bergerak stabil dan Rupiah saat ini masih undervalued,” kata Perry saat ditemui di Masjid BI, Jakarta, Jumat 22 Februari 2019.

Perry mengungkapkan, ada empat faktor yang akan menjadi pendorong stabilitas Rupiah di tahun ini.

BACA JUGA:  Temui Bahlil, Tiorita Bicarakan 509 Sumur Minyak

“Jadi ke depan stabilitas Rupiah akan didukung oleh empat hal, yakni masuknya aliran modal asing tambah suplai valas (valuta asing) dalam negeri, kedua fundamental ekonomi lebih baik dari sisi pertumbuhan, inflasi rendah dan CAD yang juga menurun,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan suku bunga AS atau FFR yang dilakukan oleh The Fed tidak akan seagresif tahun lalu. Hal itu membuat posisi Rupiah semakin aman di pasar.

“Tentu saja ketiga FFR yang kan lebih rendah semula tiga kali, kemudian diturunkan dua kali dan diperkirakan tahun ini hanya naik satu kali FFR,” jelasnya.

BACA JUGA:  Perkuat Kepercayaan Pelanggan, Asuransi Astra dan OJK Bahas Pentingnya Pelindungan Konsumen di Medan

Terakhir adalah mekanisme pasar yang dinilai semakin membaik. “Keempat mekanisme pasar yang terus semakin baik, baik di swap, dan DNDF (Domestic Non Deliverable Forward),” tutupnya.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada perdagangan Jumat ini. Rupiah kemungkinan melemah ke level 14.080 per USD hingga 14.100 per USD.

Mengutip Bloomberg, Jumat 22 Februari 2019, Rupiah dibuka di angka 14.077 per USD, melemah tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.070 per USD.

BACA JUGA:  Pemkab Langkat Sambangi PT Pertamina (Persero)

Sejak pagi hingga siang, Rupiah bergerak di kisaran 14.070 per USD hingga 14.085 per USD. Jika dihitung dari awal tahun, Rupiah masih menguat 2,17 persen.

Nilai tukar Rupiah sempat melemah seiring ditahannya suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) oleh BI (*)

Konten Terkait

Triwulan II-2026, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,5 Persen

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pertamina Sumbagut Perkuat Pelayanan Konsumen SPBU Selama Ramadan 1447 H

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pertamina Sumbagut Hadirkan Ragam Program MyPertamina 2026, Apresiasi Ojol hingga Promo Hemat bagi Konsumen

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Agustus 2020, Medan Alami Inflasi 0,04 Persen

admin2@prosumut

Public Expose Live 2020, Ada 50 Perusahaan Paparkan Kinerja

admin2@prosumut

Telkomsel Gelar T-Connext 2023, Dorong Pemanfaatan Teknologi dan Solusi Digital Berbasis AI

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara