Prosumut
Politik

Ini Loh Sanksinya Kalau PNS Tak Netral Apalagi Ikut Nyaleg

PROSUMUT – Pegawai Negeri Sipil (PNS) diwajibkan untuk netral dalam Pemilu. Namun faktanya banyak yang tidak netral bahkan terang-terangan mendukung salahsatu paslon.

Selain itu ada juga yang ikut berpartisipasi sebagai calon anggota legislatif.

Terkait itu, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyebut ada sanksi yang menanti jika PNS tidak netral apalagi ikut caleg.

Wakil Ketua KASN Irham Dilmy mengatakan jauh ini mayoritas rekomendasi sanksi pelanggaran netralitas ASN adalah penundaan kenaikan gaji dan pangkat.

“Dari semua laporan yang masuk, 90% di antaranya sudah mendapatkan rekomendasi KASN. Hanya tersisa delapan laporan karena masih belum tuntas penyelidikannya,” katanya, dikutip dari Sindonews, selasa 9 April 2019

Irham mengatakan kasus yang sering dilaporkan adalah temuan ASN ada di panggung kampanye. Dia pun menyebut berbagai alasan sering dilontarkan ketika dilakukan verifikasi atas laporan tersebut.

“Misalnya laporan yang masuk adalah si ASN muncul dalam satu kampanye caleg bersama-sama duduk di panggung. Biasanya alasannya diundang. Ada lagi yang bilang ke panggung mau ambil kunci. Karena yang nyaleg pegang kunci kantor,” ungkapnya.

Menurutnya, pelanggaran netralitas lebih banyak terjadi pada pemilu legislatif. Sementara itu, ketidaknetralan ASN dalam pemilu presiden lebih sedikit dilihat dari laporan yang masuk.

Ia mengatakan untuk Pemilu kali ini, laporan-laporan yang masuk terkait netralitas PNS lebih diperhatikan dibanding sebelumnya.

“Untuk pilpres ini, orang cenderung di-follow up. Alhamdulillah tindak lanjut itu di atas 80% sudah dilakukan. Setiap hari kita juga menerima tindak lanjut oleh wali kota/bupati, gubernur, menteri. Ya lebih baik dibanding pilkada,” katanya.

Sementara itu, kata dia, untuk ASN yang maju menjadi Caleg, diminta agar diberhentikan dari ASN.

“Penegakan hukum terhadap pelanggar kode etik ASN dan strategi pencegahan korupsi yang optimal, adalah bukti bahwa birokrasi tak bisa diintervensi oleh kepentingan politik,” ungkapnya. (*)

Konten Terkait

Akhir Oktober, KPU Binjai Gelar Debat Publik

Editor Prosumut.com

KPU Sumut Tetapkan Nomor Urut Paslon Pilgubsu 2024: Bobby-Surya 1, Edy-Hasan 2

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Partai Pengusung Beriman-Trendi Gelar Silaturahmi Bersama Relawan

Editor Prosumut.com

Pansus Ranperda P2K DPRD Medan Segera Gelar Rapat Bersama Tentukan Sikap

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Drama Pengkhianatan Politik, Mahathir Mundur dari Kursi PM Malaysia

valdesz

Revisi Perda Kesehatan Medan, Legislatif Ingatkan RS Tak Tolak Pasien BPJS

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara