Prosumut
Pemerintahan

Perbedaan Suku dan Agama Bukan Alasan Selisih Paham

PROSUMUT – Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengajak seluruh umat beragama di Kota Medan untuk senantiasa menjaga kerukunan dan ketentraman serta menunjung tinggi nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini penting dilakukan guna menjadikan Kota Medan sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi siapa saja baik bagi yang tinggal maupun yang tengah berkunjung ke Kota Medan.

“Kita semua adalah saudara. Kerukunan dan kedamaian adalah hal mahal yang harus kita jaga bersama. Karena perbedaan suku dan agama bukanlah sebuah alasan untuk saling berselisih paham. Siapapun kita, kita adalah sebuah keluarga besar yang tinggal dalam satu rumah yang sama yakni Kota Medan. Medan adalah rumah kita,” kata Plt. Wali Kota ketika menghadiri Perayaan HUT Banua Niha Kriso Protestan (BNKP) Elia ke 40 di Gereja BNKP Elia, Jalan Kapten Muslim Medan, Gang Solo, Minggu 26 Oktober 2019.

BACA JUGA:  Lima Prinsip Perlindungan Anak Diusung

Mantan anggota DPRD Medan tersebut pun tidak lupa mengucapkan selamat kepada seluruh jemaat yang BNKP yang tengah merayakan hari jadinya.

“Atas nama Pemko Medan kami mengucapkan selamat untuk perayaan hari ini. Kita semua turut berbahagia. Hendaknya momentum kebersamaan ini menjadi energi bagi kita semua untuk membangun bersama Kota Medan yang kita cintai ini,” ajaknya.

Mengenakan stelan batik lengan panjang, kehadiran Plt. Wali Kota disambut hangat dan penuh kekeluargaan seluruh jemaat.

BACA JUGA:  Al Washliyah Berperan Kuatkan Pendidikan, Dakwah dan Sosial

Di kesempatan tersebut, Plt. Wali Kota juga kembali mensosialisasikan dan mengajak jemaat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam aktifitas sehari-hari.

Untuk itulah, Plt. Wali Kota membawa langsung tumbler (botol minum isi ulang) sebagai bentuk ajakan.

“Saat ini kami (Pemko Medan) tengah gencar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam aktifitas sehari-hari. Sebab, selama ini plastik menjadi sumbangsih terbesar sampah dan masih menjadi masalah klasik yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia karena sifatnya yang sulit terurai,” ungkapnya.

Terlebih bilang Plt. Wali Kota, kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak. Untuk itu, seluruh masyarakat bertanggug jawab penuh atas kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

BACA JUGA:  Kelola KDMP, SDM Dilatih Efektifitas dan Profesional

“Kebersihan adalah cerminan diri. Mulailah dari diri sendiri dan rumah. Kita semua punya tugas yang sama menjadikan wajah Kota Medan menjadi bersih dan asri. Jangan buang sampah sembarangan agar kota kita ini terbebas dari banjir,” bilangnya.

Terakhir, sebelum meninggalkan lokasi, Plt. Wali Kota kembali menekankan agar semua pihak dapat ikut serta berkontribusi, berperan aktif mengisi pembangunan Kota Medan lewat peran dan fungsi masing-masing.

“Semoga kita dapat terus saling bergandeng tangan, menjaga, mengisi, membawa dan mewujudkan Kota Medan sebagai kota multikultural yang humanis, bedaya saing, sejahtera dan religius,” pesannya. (*)

Konten Terkait

Bantah Tak Harmonis dengan Wakilnya, Wali Kota Medan Fokus Retorika Soliditas

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

HUT 270 Tahun Langkat, 2 Penggali Kubur Berangkat Haji, 6 Bilal Mayit Umroh

Bupati dan Ketua TP PKK Langkat Resmikan Tugu Simpang Durian Mulo

BPS Sumut : Februari 2020 Angkatan Kerja Turun, Penggangguran Berkurang

Editor Prosumut.com

Tim Gabungan Covid-19 Langkat: Penyemprotan Disinfektan Tugas Mulia

admin2@prosumut

Tim BSP Langkat Gelar Rakor

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara