Prosumut
Opini

Bahaya Sistem Proporsional Tertutup Bagi Anak Muda

Penulis : M Safikqi Juanda Lubis S.Sos

Pemerhati Politik Generasi Muda

MUNCUL isu Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengubah sistem Pemilihan Umum untuk Tahun 2024 menjadi sistem proporsional tertutup bagi Pemilihan Legislatif. Sistem Proporsional tertutup dalam konteks pemilu merujuk pada sistem perhitungan suara dan alokasi kursi dalam sebuah sistem perwakilan berdasarkan prinsip proporsionalitas. Dalam sistem ini, suara yang diberikan oleh pemilih diperhitungkan dalam menentukan jumlah kursi yang diperoleh oleh setiap partai politik atau kandidat. Dalam sistem proporsional tertutup, pemilih memberikan suaranya kepada partai politik atau daftar calon yang diusulkan oleh partai politik. Setiap partai politik memiliki daftar calon yang sudah ditentukan sebelumnya. Suara yang diberikan oleh pemilih tidak langsung diperhitungkan untuk calon individu, melainkan untuk partai politik secara keseluruhan.

Dengan menggunakan sistem proporsional tertutup, diharapkan bahwa perwakilan politik akan mencerminkan distribusi suara pemilih secara proporsional. Partai politik atau daftar calon yang mendapatkan suara lebih banyak akan memperoleh lebih banyak kursi, sementara partai politik atau daftar calon dengan suara lebih sedikit akan memperoleh jumlah kursi yang lebih sedikit. Sistem proporsional tertutup ini dapat memberikan keberagaman representasi politik yang lebih baik dan memungkinkan partai politik minoritas atau partai politik baru untuk memperoleh kursi yang mewakili suara yang mereka peroleh.

Partai politik memiliki kontrol yang lebih besar atas daftar calon dan urutan mereka dalam pemilihan. Ini memungkinkan partai politik untuk mempromosikan agenda dan kebijakan mereka dengan lebih efektif melalui calon yang telah dipilih sebelumnya. istem proporsional tertutup memberikan perlindungan bagi partai politik yang lebih kecil dan mungkin tidak memiliki basis dukungan yang luas. Mereka masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan kursi dalam parlemen, meskipun dengan jumlah yang lebih sedikit. Hal ini mendorong keberagaman politik dan memastikan bahwa suara minoritas tetap diwakili

Salah satu sistem yang dapat menimbulkan masalah adalah sistem proporsional tertutup, yang mungkin mengurangi kesempatan partisipasi dan representasi yang adil bagi anak muda, beberapa hal yang menjadi kendala bagi anak muda jika terjadi sistem pemilu proporsional tertutup, yaitu mengakibatkan kurangnya representasi anak muda, anak muda mungkin menghadapi kesulitan mendapatkan perwakilan politik yang sesuai dengan aspirasi dan kepentingan mereka. Partai politik menentukan daftar calon sebelum pemilu, dan kandidat yang lebih tua atau yang sudah memiliki pengalaman politik yang lebih banyak cenderung mendominasi daftar calon. Akibatnya, perwakilan anak muda di dalam partai politik menjadi terbatas, dan suara mereka mungkin tidak terwakili secara memadai.

Ketidakproporsionalan antara suara dan kursi: Meskipun sistem proporsional tertutup dimaksudkan untuk mencerminkan perbandingan suara secara proporsional, masih ada kemungkinan ketidakproporsionalan antara jumlah suara yang diperoleh dan jumlah kursi yang didapatkan. Ini dapat mengakibatkan ketidakadilan dalam perwakilan politik bagi anak muda dan kelompok minoritas lainnya. Suara anak muda mungkin tidak sepenuhnya tercermin dalam jumlah kursi yang diperoleh oleh partai atau calon yang mewakili mereka, sehingga mempengaruhi pengaruh politik mereka.

Anak muda akan mengalami keterbatasan aksesibilitas, Partai politik yang menggunakan sistem proporsional tertutup mungkin memiliki proses seleksi yang sulit atau persyaratan yang membatasi anak muda untuk ikut serta dalam pemilihan. Anak muda yang ingin terlibat dalam politik dan mencalonkan diri sebagai calon legislatif mungkin menghadapi hambatan aksesibilitas yang signifikan. Hal ini dapat menghambat partisipasi politik aktif anak muda dan mengurangi kesempatan mereka untuk mendapatkan representasi yang memadai.

Kemudian mengakibatkan kurangnya fokus pada isu-isu spesifik anak muda, Sistem proporsional tertutup cenderung memprioritaskan partai politik secara keseluruhan daripada individu kandidat. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap isu-isu yang spesifik bagi anak muda. Partai politik mungkin lebih cenderung memperjuangkan agenda yang lebih luas atau isu-isu yang lebih populer secara umum, mengabaikan masalah dan kebutuhan khusus yang dihadapi oleh anak muda.

Dampak yang akhirnya terjadi mengakibatkan minat politik anak muda dapat terkikis ketika mereka mengalami ketidakproporsionalan antara suara yang mereka berikan dan perwakilan yang mereka terima. Dalam sistem pemilu tertutup, suara anak muda mungkin tidak tercermin dalam jumlah kursi atau pengaruh politik yang sebanding. Hal ini dapat menghasilkan ketidakpercayaan terhadap sistem politik dan menurunkan minat mereka dalam berpartisipasi.

Kesimpulan dari tulisan ini bagi anak muda yaitu sistem proporsional tertutup dalam pemilu dapat menghadirkan kelemahan yang signifikan bagi anak muda. Kurangnya representasi politik yang memadai, ketidakproporsionalan antara suara dan kursi, keterbatasan aksesibilitas, dan kurangnya fokus pada isu-isu spesifik anak muda adalah beberapa masalah utama yang perlu diatasi. Diperlukan perbaikan dan mekanisme yang lebih inklusif untuk memastikan partisipasi dan representasi politik yang adil bagi anak muda. Dengan demikian, diharapkan suara dan aspirasi mereka dapat didengar dan diakui dalam proses pemilihan yang demokratis.(*)

Editor : Ronny Str

Konten Terkait

Potensi Chaos Pandemi Covid-19

admin2@prosumut

Rekrutmen Caleg Berbasis Kompetensi Ilmu Legislatif

Editor prosumut.com

Infrastruktur dan Tugas Panggilan Pelayanan Membangun Indonesia Maju

Editor Prosumut.com