PROSUMUT — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera terus memperkuat budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat. Melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut), PLN memberikan edukasi bahaya listrik kepada para guru SD Muhammadiyah 38 Medan Krio, Kabupaten Deli Serdang, belum lama ini.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN mencegah kecelakaan akibat listrik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman.
Para guru dipilih sebagai sasaran edukasi karena memiliki peran strategis dalam meneruskan pesan keselamatan kepada siswa, keluarga, dan lingkungan sekitar.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, mengatakan keselamatan merupakan prioritas utama PLN yang harus dibangun melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Melalui edukasi ini, kami ingin membangun sinergi dengan dunia pendidikan. Ketika para guru memahami bahaya listrik, pesan keselamatan tersebut dapat diteruskan kepada ratusan siswa dan keluarga mereka. Ini merupakan investasi keselamatan jangka panjang,” ujar Elvanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu 16 September 2026.
Ia juga mengapresiasi PLN UP2B Sumbagut dan SD Muhammadiyah 38 Medan Krio yang berkolaborasi dalam menumbuhkan budaya sadar keselamatan ketenagalistrikan.
“Listrik memberikan manfaat besar bagi kehidupan, namun harus digunakan dan disikapi dengan aman. Mari bersama-sama menjaga agar manfaat listrik dapat dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan risiko keselamatan,” tambahnya.
Edukasi yang berlangsung di SD Muhammadiyah 38 Medan Krio, Jalan Sei Mencirim, Gang Sempurna, Dusun I, Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, tersebut disampaikan oleh Team Leader K3L dan Keamanan PLN UP2B Sumbagut, Syawaludin Ginting.
Dalam pemaparannya, Syawaludin menjelaskan proses penyaluran tenaga listrik mulai dari pembangkit hingga sampai ke pelanggan, berbagai potensi bahaya kelistrikan, serta langkah pencegahan yang perlu diketahui masyarakat.
Ia juga mengingatkan sejumlah aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan, khususnya bagi anak-anak, seperti bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, memanjat tiang listrik, serta mendekati atau menyentuh kabel listrik yang terjatuh.
“Bapak dan ibu guru merupakan orang tua kedua bagi anak-anak di sekolah. Dengan pengetahuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan ini, kami berharap pesan tersebut terus disampaikan kepada siswa maupun orang tua. Mari bersama-sama mencegah kecelakaan akibat listrik,” ujar Syawaludin.
Kepala SD Muhammadiyah 38 Medan Krio, Supratno, mengapresiasi langkah PLN UP2B Sumbagut dalam memberikan pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan kepada tenaga pendidik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UP2B Sumbagut. Edukasi ini sangat penting bagi kami sebagai guru. Pengetahuan yang kami peroleh akan kami teruskan kepada siswa dan wali murid.
Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat memahami bahaya listrik sehingga kecelakaan maupun gangguan akibat ketidaktahuan dapat dicegah,” ungkap Supratno.
Melalui kegiatan tersebut, PLN UP2B Sumbagut berharap para guru dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas edukasi keselamatan ketenagalistrikan secara berkelanjutan.
PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dalam memanfaatkan tenaga listrik. (*)
Editor: M Idris

