Prosumut
Umum

21.199 Warga Kabupaten Nias Belum Rekam e-KTP

PROSUMUT-Hingga 31 Desember 2018, tercatat ada 21.199 warga Kabupaten Nias yang belum merekam e-KTP. Namun dari jumlah itu, diperkirakan tidak berada di tempat atau sudah merantau.

“Sedangkan warga yang sudah melakukan perekaman (e-KTP) sebanyak 94.331 jiwa,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Penggunaan Data Disdukcapil Kabupaten Nias, Rosali Zebua kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (14/1/2019).

“Jumlah ini belum dapat kita pastikan, apakah semuanya belum pernah merekam. Karena dari pengalaman sebagian warga yang merantau ke daerah lain, disana mereka sudah melakukan perekaman. Mereka mengaku belum merekam, namun saat diambil sidik jari disini baru ketahuan bahwa yang bersangkutan pernah melakukan perekaman,” sambungnya.

BACA JUGA:  Desa Sekoci Pilot Project Kampung Rescue Langkat

Bagaimana soal pemblokiran data warga yang belum melakukan perekaman per 31 Desember 2018? Rosali menjelaskan, berdasarkan rapat konsultasi dengan Dirjend Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri pada September 2018 yang lalu, aturan itu tidak serta merta diberlakukan secara permanen.

Namun, masih diberi kesempatan kepada warga yang mau melakukan perekaman sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Tidak mesti per 31 Desember 2018 seluruhnya data warga diblokir. Tapi akan dilakukan secara bertahap,” ungkap Rosali.
Pemblokiran bertahap sudah dilakukan. Rosali mengatakan, sebagian data warga Kabupaten Nias yang sudah berumur 23 tahun ke atas telah diblokir.

Sebelum dilakukan pemblokiran, terlebih dahulu melakukan pengecekan data melalui kartu keluarga. Setelah dipastikan kepada keluarganya bahwa yang besangkutan tidak berada ditempat atau sudah pindah ke daerah lain, baru dilakukan penonaktifan data.

BACA JUGA:  Ane Tum Si Golden Head Bertarung Melawan Kanker Prostat
“Memang sebagian data penduduk sudah kita blokir. Kedepan akan terus kita non aktifkan. Kalau jumlahnya belum kita hitung,” tutur Rosali.

Kepada masyarakat Kabupaten Nias, Rosali mengimbau secepatnya melakukan perekaman. Bila sudah pindah, segera urus surat pindah.

BACA JUGA:  Pasca Erupsi Gunung Sinabung, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bagikan Masker

“Sebab jika tidak, data akan hilang secara otomatis saat pencetakan kartu keluarga,” kata Rosali.

Namun menurut Rosali, data yang sudah diblokir ini masih bisa diaktifkan kembali saat yang bersangkutan melakukan perekaman.

“Data yang belum melakukan perekaman sudah kita sampaikan kepada Camat untuk diteruskan informasi ini kepada warga. Selain itu kita juga sudah menjemput bola dengan melakukan perekaman secara langsung ke desa-desa,” katanya.(ed) 

Konten Terkait

Wisatawan Asing Tanam Padi di Langkat

Ridwan Syamsuri

Hilang Sejak 9 Juli 2019, Orang Tua Wahyu Mohon Bantuan

Orang Terpanggang di Binjai Jadi 30, Ini Data-data Korban

Ridwan Syamsuri

PPKM Darurat, XL Center Sediakan Layanan Online XL/AXIS #dariRUMAHsaja

Masyarakat Adat di Sumut Terancam Tak Nyoblos

Val Vasco Venedict

Seratusan Pelajar Hendak Ikurt Demo, 2 Orang Bawa Molotov

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara