Prosumut
Kesehatan

Tim Dokter Belum Putuskan Operasi Bayi Kembar Siam Asahan

PROSUMUT – Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) mengakui bahwa sejauh ini masih melakukan tindakan stabilisasi terhadap bayi kembar siam asal Kabupaten Asahan, yang dirawat sejak dirujuk dari RS Bunda Mulia Kisaran pada Selasa 7 Juni 2022.

Karenanya, Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP HAM dr Rizky Adriansyah MKed (Ped) SpA(K) menyampaikan, untuk rencana operasi pemisahan terhadap putri dari pasangan SS dan J ini masih belum dapat diputuskan.

“Kita masih melakukan stabilisasi dulu. Kalau dia stabil, baru kita rencanakan pemeriksaan lebih lengkap seperti CT Scan USG jantung dan lain-lain,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu 8 Juni 2022.

BACA JUGA:  Survei: Mayoritas Pasien Puas dengan Layanan RSUD Pirngadi Medan

Lebih lanjut Rizky menjelaskan, setelah pemeriksaan lengkap itu dilakukan dalam kurun waktu dua sampai tiga hari atau satu minggu ke depan, tim dokter baru akan melakukan rapat untuk menentukan apakah operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam ini layak dilakukan.

Yentunya ujar dia, keputusan itu diambil berdasarkan disiplin ilmu kedokteran dari masing-masing tim dokter yang terlibat.

“Tentunya kita butuh kesabaran dari semua pihak terutama orang tua. Karena saat ini belum bisa kita nyatakan bayi ini layak dipisah atau tidak,” jelasnya.

BACA JUGA:  Penanganan TB Bagi Peserta JKN, Dinkes Medan: Perlu Kerja Sama Faskes dengan BPJS Kesehatan

Apalagi, terang Rizky, bila melihat dari kondisi bayi selain memiliki dempet perut juga hanya memiliki dua kaki normal dan satu kaki yang juga terdempet (tiga kaki). Karenanya, bila operasi pemisahan dilakukan, salah satu bayi akan mengalami kecacatan.

“Jadi kita tidak bisa hanya mengambil pertimbangan medis saja, tetapi juga etika dan agama, mengingat kaki bayi ada tiga,” terangnya.

Sementara itu, terkait organ dalam apakah juga ada mengalami perdempetan, Rizky mengatakan pemeriksaan itu belum dilakukan.

Sebab, ujar dia, untuk saat ini yang paling penting kata dia adalah agar bayi kembar siam ini tetap dalam keadaan stabil dan bisa tumbuh kembang dengan baik.

BACA JUGA:  Survei: Mayoritas Pasien Puas dengan Layanan RSUD Pirngadi Medan

“Sejauh ini kondisinya stabil, sehingga hanya kita berikan oksigen minimal dan di tempatkan ruang inkubator agar tidak mengalami hipotermia. Selain itu bayi juga menangis kuat dan bergerak aktif,” bebernya.

Menurut Rizky, kasus bayi kembar siam memang tergolong sangat langka terjadi. Perbandingannya, tambah dia, hanya terjadi satu dari 200.000 kelahiran.

“Untuk penyebabnya, secara medis juga sulit. Apalagi untuk menyatakan sumber dari sebab dan akibatnya,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Biaya Operasi dan Perawatan Adam dan Malik Capai Rp412 Juta

Dua Anak di Sumut Diduga Terpapar Hepatitis Misterius

Dinas Kesehatan Medan Tepung Tawar Puluhan Calon Jamaah Haji

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Komisi II DPRD Medan Minta Petugas Puskesmas dan RS Tidak Persulit Warga Berobat

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Kepala BKKBN Sumut Bersama Kahiyang Ayu Salurkan Bantuan MBG di Medan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

2.640 Tenaga Kesehatan Langkat Dikerahkan Lawan Wabah Corona

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara