Prosumut
Ekonomi

Perang Tarif Grab vs Gojek, Kemenhub Tetapkan Tarif Baru Zona Sumatera

PROSUMUT – Perang harga antara Grab dan Gojek di Indonesia yang semakin tak masuk akal membuat pemerintah Indonesia harus menengahi agar tidak terjadi persaingan yang tak sehat.

Mulai 2 September 2019, sudah ada regulasi untuk Ojek Online di Indonesia mengenai tarif harga yang dipatok.

Penentuan tarif harga ojek online diputuskan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang mengatur biaya langsung yang diatur oleh Kemenhub dan biaya tak langsung yang ditetapkan aplikator (Penyedia aplikasi ojol seperti Gojek dan Grab) dengan besaran maksimal 20 % dari total biaya langsung.

BACA JUGA:  Sofyan Tan: Tanaman Hias Bukan Sekadar Dekorasi tetapi Peluang Bisnis

Kemenhub pun akhirnya membagi tarif harga menjadi 3 zona sesuai pembagian wilayah sebagai berikut:

Zona I meliputi Sumatra, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek

Tarif harga : Rp 1.850-2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000

Zona II meliputi Jabodetabek
Tarif harga : Rp 2.000-2.500 per km dengan biaya minimal Rp 8.000-10.000.

BACA JUGA:  KKSU 2026, Perkuat Sinergi dan Dorong UMKM Naik Kelas

Zona III meliputi Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya.

Tarif harga: Rp 2.100-2.600 dengan biaya minimal Rp 7.000-10.000.

Sebenarnya tarif harga ini sudah diujicoba sejak 1 Mei 2019 lalu di 8 kota.

Jadi, kenaikan harga ini tak begitu berdampak bagi kota-kota yang sudah menjadi kota ujicoba (khususnya kota besar)

Gojek sendiri sudah menerapkan tarif baru di 123 kabupaten/kota dari total 221 kabupaten/kota.

Artinya ada 98 kota/kabupaten yang merasakan tarif baru.

BACA JUGA:  Plt Bupati Tiorita Dukung Promosi UMKM Langkat

Sementara, Grab juga sudah menerapkan di 123 kabupaten/kota dari total 224 kabupaten/kota.

Artinya ada 101 kota/kabupaten yang merasakan tarif baru.

Bagi para driver ojek online mungkin kenaikan tarif ini berdampak pada turunnya jumlah orderan namun penghasilannya bisa meningkat karena tarif ojol naik.

Kemenhub sendiri akan melakukan pengawasan mengenai penerapan tarif di ojol ini serta akan melakukan survei tingkat kepuasan masyarakat sebagai bahan evaluasi. (*)

Konten Terkait

Sejumlah Harga Pangan di Medan Melambung

Indosat-Pujakesuma Sumut Kolaborasi untuk Pemberdayaan Digital, Ekonomi & Budaya

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pelatihan Digital untuk UMKM di Langkat Hadapi Persaingan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Periode Nataru, Penggunaan Pertalite dan Pertamax Naik 12 Persen

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Wiraland Hadirkan Rumah Work From Home, Sasar Kalangan Profesional

Emas Murni Naik Rp 12.000 per Gram

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara