Prosumut
Umum

Gunung Sinabung Kembali Erupsi

PROSUMUT – Setelah hampir setahun tenang, Gunung Sinabung yang ada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara erupsi, Selasa 7 Mei 2019 sekitar 07.48 WIB. Ketinggian kolom abu teramati 2.000 meter di atas puncak.

Setidaknya, ada empat kecamatan yang diselimuti abu vulkanik pasca erupsi ini.

“Kecamatan Kabanjahe, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Dolat Rayat, dan Kecamatan Berastagi,” ujar Kabid Darurat Dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Nata Nail menjabar kecamatan yang terdampak debu vulkanik.

“Lahan pertanian terdampak, karena tertutupi abu vulkanik. Aktivitas warga terganggu abu vulkanik,” sambungnya.

Nata Nail mengungkapkan, BPBD bersama aparat setempat langsung membagi-bagikan masker pada warga. Penjagaan di zona merah juga diperketat agar warga tidak masuk untuk berladang.

BACA JUGA:  Legilatif Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD Langkat 2025

“Imbauan dan penjagaan zona merah tetap dilaksanakan,” kata Nata Nail.

Sementara itu, pembagian masker telah dilakukan bersama Dandim Karo, Polsek, tim BPBD hingga PMI setempat.

Tercatat hujan debu berlangsung sekitar 1 jam 12 menit setelah erupsi. Selain itu, mobil pemadam kebakaran juga diturunkan untuk membersihkan jalanan yang tertutup abu vulkanik.

“Kita langsung membagi-bagikan masker untuk warga di kawasan Simpang Empat. Hujan debu berlangsung selama 1 jam 12 menit. Kami kembali ingatkan agar warga tidak mendekati apalagi memasuki zona merah,” tegas Dandim 0205 Tanah Karo, Letkol Inf Taufik Rizal.

BACA JUGA:  Plt Bupati dan Kesultanan Langkat Bahas Budaya

Sebelumnya, Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Armen mengatakan Sinabung erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 2.000 meter di atas puncak (± 4.460 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 42 menit 49 detik. Hujan abu masih berlangsung. Arah abu ke arah tenggara-timur,” ujarnya sembari menyebut saat ini Gunung Sinabung berada pada status level IV (Awas).

Armen pun mengingatkan masyarakat atau pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km untuk sektor Utara -Barat, 4 km untuk sektor Selatan-Barat, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur.

BACA JUGA:  MABMI Perkuat Marwah Melayu dan Persatuan Masyarakat Langkat

“Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat,” tegasnya.

Gunung Sinabung terakhir kali meletus hebat pada Senin 19 Februari 2018 dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 meter.

Saat itu, besarnya letusan membuat sejumlah desa di Kabupaten Karo gelap gulita akibat tertutup material abu vulkanik.(*)

Konten Terkait

Empat Reklame di Jalan Krakatau Dibongkar

Ridwan Syamsuri

Spurs vs Liverpool : 2 Pelatih Kejar Tropi Perdana

Val Vasco Venedict

Ustaz Sahabat Ganjar Sumut Ajarkan Warga Deli Serdang Cara Salat Jamak dan Qasar

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Hingga November 2019, Setidaknya ada 562 Janda di Binjai

AMTT Kirim Papan Bunga Turut Berdukacita ke DPRD Tebingtinggi

admin2@prosumut

Polrestabes Medan Pulangkan Pelajar yang Ikut Demo

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara