Prosumut
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sumut, Dr Mahyuzar.
Kesehatan

Perkuat Program Quick Wins, BKKBN Sumut Gandeng Media

PROSUMUT – Dalam upaya memperkuat capaian program quick wins dan mempercepat pelaksanaan Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memperkuat menggandeng media.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Sumut, Dr Mahyuzar menekankan bahwa sinergi dengan media memiliki peran penting dalam memperkuat program prioritas nasional.

“Program quick wins harus benar-benar menjadi gerakan bersama. Optimalisasi tenaga lini lapangan dan media sangat penting mempublikasikan ke publik program dan kegiatan yang dilakukan.

Apapun yang dilakukan jika tidak terpublikasi dengan baik di media, maka akan kurang maknanya,” ujar Mahyuzar didampingi jajarannya saat temu ramah dengan wartawan di Medan, Rabu 22 Juli 2026.

Diaebutkannya, ada lima program quick win Kemendukbangga/BKKBN yaitu Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) , Lansia Berdaya (Sidaya) dan Supper Apps Keluarga.

“Program quick win merupakan sebuah strategi atau serangkaian inisiatif terobosan yang dirancang untuk memberikan hasil yang nyata, terlihat, dan dirasakan manfaatnya dalam waktu singkat.

Program ini bertujuan untuk mempercepat target pembangunan, memberikan dampak langsung kepada masyarakat dan membangun kepercayaan,” ungkap Mahyuzar.

Dia menjelaskan Program Genting adalah singkatan dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini merupakan program gotong royong dari BKKBN yang mengajak berbagai elemen masyarakat untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Fokus dan sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan balita dari keluarga berisiko stunting atau keluarga kurang mampu.

Untuk Program Tamasya, adalah program inisiatif BKKBN untuk menyediakan tempat penitipan anak (TPA) terintegrasi, aman, dan berkualitas. Program ini memungkinkan orang tua untuk tetap produktif bekerja dengan tenang, sementara tumbuh kembang anak usia dini tetap terpantau dengan baik.

Kemudian, Program GATI. Program ini berfokus meningkatkan peran aktif dan kehadiran emosional ayah dalam pengasuhan anak, mencegah fenomena anak tanpa sosok ayah (fatherless), serta mendukung tumbuh kembang optimal generasi.

Sasaran dalam Program GATI ini adalah remaja laki-laki sebagai calon ayah, para ayah yang memiliki anak usia dini,para ayah yang memiliki anak pra-remaja, dan Para ayah yang memiliki remaja usia 10-24 tahun dan belum menikah.

Selanjutnya Program Sidaya. Program tersebut adalah program prioritas yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Program ini disinergikan dengan Super Apps Keluarga (Sakina), sebuah platform digital berbasis AI yang menyediakan akses layanan kependudukan, informasi, dan konseling keluarga secara menyeluruh.

Tujuan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dengan memberikan layanan yang bermanfaat dan memastikan lansia tetap aktif, sehat, dan produktif melalui pendekatan tujuh dimensi lansia tangguh. Pada intinya, Sidaya memberdayakan lansia sesuai kapasitas/kemampuan yang sesuai. (*)

Editor: M Idris

BACA JUGA:  IDAI Sumut Gelar Pediatric Cardiology Update XIV, Perkuat Komitmen Penanganan Jantung Anak

Konten Terkait

Kebiasaan Baru, Semua Harus Terapkan Protokol Kesehatan

admin2@prosumut

RS Adam Malik Sesuaikan Jadwal Pelayanan Selama Ramadan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Jumlah ODP di Asahan Turun, 8 Kecamatan Nihil Covid-19

admin2@prosumut

Tiga Kabupaten di Sumut Endemis Sedang Malaria

RSUP HAM Harap Bisa Operasi Transplantasi Ginjal Pasien Secara Mandiri

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Dinkes Medan Segera Distribusikan 3.000 Dosis Vaksin Booster

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara