Prosumut
Kesehatan

Cegah Penyebaran HIV/AIDS, Sofyan Tan Ajak Masyarakat Kenali Gejala Awal

PROSUMUT – Mencegah penyebaran HIV/AIDS, Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan mengajak masyarakat mengenali gejala penyakit mematikan tersebut.

Menurutnya, dengan memahami gejala awal HIV/AIDS, maka penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kalau kita kena HIV/AIDS, masa inkubasinya dua sampai empat minggu dan biasanya muncul gejala seperti flu.

Terkadang orang yang kena tidak sadar. Kalau muncul bintik ruam, gejalanya bisa lebih luas.

Untuk memastikannya harus dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ungkap Sofyan Tan saat menyambung sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk ‘Cegah HIV/AIDS dan Edukasi untuk Semua’ yang digelar di Medan, Jumat 29 Mei 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan DPR RI, sebagai upaya meningkatkan edukasi masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS dan langkah pencegahannya.

Dikatakan Sofyan Tan, tidak semua penderita HIV/AIDS menunjukkan gejala ruam sehingga banyak kasus tidak terdeteksi sejak awal.

“Kalau HIV/AIDS sudah menyerang tubuh kita, sangat berbahaya dan sampai sekarang belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Sofyan Tan, penyebaran HIV/AIDS masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara.

Berdasarkan data nasional tahun 2025, jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia mencapai sekitar 564 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 364 ribu kasus telah terdata dan teridentifikasi, sementara sisanya diperkirakan belum terdeteksi.

“Sisa lainnya diperkirakan sudah terkena tetapi belum diketahui identitasnya. Bisa jadi karena malu untuk memeriksakan diri atau takut diketahui orang lain,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui hubungan seksual tidak aman, transfusi darah yang tidak steril, penggunaan jarum suntik bersama, hingga penularan dari ibu kepada bayi melalui proses kehamilan, melahirkan dan menyusui.

Sofyan Tan juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat ke-14 dunia dalam jumlah kasus HIV/AIDS dan peringkat ke-9 untuk kasus baru.

Bahkan, jumlah kasus diperkirakan terus meningkat apabila kesadaran masyarakat tidak diperkuat.

Khusus di Sumatera Utara, Kota Medan disebut menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi. Ia menyebut angka penderita HIV/AIDS di Medan mencapai sekitar 24 ribu orang.

“Karena itu, cukup satu pasangan saja, jangan gonta-ganti pasangan. Ini penting untuk mencegah penularan,” imbau Sofyan Tan.

Diutarakan dia, tingginya angka kriminalitas, kemiskinan, serta penyalahgunaan narkoba turut menjadi faktor risiko penyebaran HIV/AIDS di Medan. Penggunaan jarum suntik secara bergantian di kalangan pengguna narkoba dinilai menjadi salah satu penyebab utama penularan.

“Orang yang narkoba kadang memakai jarum suntik bersama-sama karena ingin hemat. Dari situ penularan bisa terjadi,” bebernya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko demi menekan penyebaran HIV/AIDS.

“Cara mencegahnya adalah tidak melakukan seks bebas, setia pada pasangan, dan menghindari penggunaan jarum suntik bersama,” katanya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Mirna Widiyanti mengatakan bahwa Indonesia masih jauh dari target eliminasi HIV/AIDS.

Data Kementerian Kesehatan tahun 2024, tingkat penemuan kasus HIV/AIDS di Sumatera Utara masih berada pada angka 12,7 persen dan masuk kategori kuning. Sedangkan pada tahun 2025, Sumatera Utara tercatat berada di peringkat kelima nasional dalam jumlah kasus HIV/AIDS.

Ia menyebutkan bahwa sepanjang 2024 hingga 2025 masih ditemukan banyak kasus baru HIV di Sumatera Utara. Virus penyakit ini menyerang sistem imun tubuh sehingga penderitanya rentan mengalami berbagai penyakit.

“Semua orang bisa terkena HIV/AIDS, tergantung dari perilaku dan kebiasaan hidup,” pungkasnya. (*)

Editor: M Idris

BACA JUGA:  Sofyan Tan: Rumput Laut Punya Potensi Besar di Bidang Kesehatan

Konten Terkait

HUT RSUD Pirngadi Medan ke-96, Komit Terus Berbenah Demi Sejahterakan Pegawai

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Risih dengan Karang Gigi, Bersihkan dengan Bahan Alami Ini

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

HKN ke-59, RSU Haji Medan Adakan Berbagai Kegiatan Pengabdian Masyarakat

RS Adam Malik Bantu Pemulihan RSUD Aceh Tamiang, Sudah Bisa Layani Pasien di IGD

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Setia Merasa Aman Saat Berobat dengan BPJS Kesehatan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Rapid Antigen di Bandara Kualanamu Digerebek Polisi, Kimia Farma Investigasi

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara