Prosumut
Berita

Panitia Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI Terus Lakukan Persiapan

PROSUMUT – Panitia Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI terus melakukan persiapan guna menyukseskan acara tersebut. Panitia pun melakukan pendekatan kepada Dirjen Binmas Kristen Protestan serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Pada 29 Mei 2024 lalu, Dirjen Binmas Kristen Protestan, Pdt Jeanne Marie Tulung, menerima Tim Jambore Nasional  Sekolah Minggu GKPI melalui aplikasi Zoom.Pertemuan ini, dimulai dgn doa pembukaan oleh Sekjen GKPI, dilanjutkan dengan sambutan pembukaan dari Bishop GKPI Pdt Abdul Hutauruk.

Ketua Panitia Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI Christoffel Tobing, menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan tersebut, sekaligus menyampaikan permohonan audiensi kepada Jeanne.

BACA JUGA:  MABMI Perkuat Marwah Melayu dan Persatuan Masyarakat Langkat

Jeanne menyambut baik rencana Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI. Dia menyatakan, semoga jadwal kerjanya bisa disesuaikan agar dapat menghadiri acara tersebut. Meskipun, mungkin tidak pada tanggal pembukaan Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI itu.

Pertemuan ditutup dengan doa yang disampaikan Pdt Abdul Hutauruk, serta ucapan terima kasih atas penerimaan Jeanne atas audiensi Tim Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI.

Selanjutnya, pada 3 Juni lalu, Panitia Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI, juga melakukan audensi ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

BACA JUGA:  Kelola KDMP, SDM Dilatih Efektifitas dan Profesional

Panitia disambut Deputi Pemenuhan Hak Anak Pribudiarta Nur Sitepu, dan staf di Lantai 6 Kantor KPPPA Jalan Merdeka Barat.

Pada kesempatan itu, panitia menyampaikan tema jambore, yakni ‘Aku Ceria dan Ramah’. Sekaligus, menyampaikan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan selama jambore berlangsung pada 19-22 Juni mendatang.

Pribudiarta berpesan, agar Sekolah Minggu dapat membawa anak dalam kehidupan mereka menjadi anak-anak yang baik.

“Karena Sekolah Minggu merupakan pembinaan hidup kerohanian dan membentuk karakter. Dan tentunya mereka perlu  dilengkapi dengan guru Sekolah Minggu yang mumpuni, dan memiliki jiwa mendidik. Serta pengabdian dalam kesadaran, pendidikan penting dalam kehidupan anak,” jelasnya.

BACA JUGA:  Legilatif Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD Langkat 2025

Karena itu, lanjut Pribudiarta, diperlukan stakeholder dalam informasi terkait mendidik anak yang layak, dalam penyediaan tempat bermain, demi kebersamaan anak dalam meningkatkan kreativitas pendidikan yang ramah dan ceria.

Ia juga beharap, agar gereja dapat mengikuti perkembangan anak dan menekankan agar anak-anak tetaplah anak-anak, yang masih harus dilindungi. Dan, menjaga anak-anak agar jauh dari tindakan kekerasan fisik, serta kekerasan seksual yang masih tinggi di Indonesia. (*)

Editor: M Idris

Konten Terkait

Teach4hope Latih Anak Muda Sumut Miliki Keterampilan Kerja

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

LBP Somasi Haris Azhar & Fatia Maulida, RE: Jangan Asal Tuding!

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

PAN Pertimbangkan Ridwan Kamil Jadi Capres 2024

Tiorita Bertemu Bawaslu Bahas Satker

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Hadapi Dampak Inflasi, Bupati Pakpak Bharat Rapat dengan Gubernur

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

700 Anak akan Ikuti Jambore Nasional Sekolah Minggu GKPI 2024

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara