Prosumut
Berita

Pelantikan Anggota KPID Sumut 2022-2025 Melawan Hukum, Ranto: Semuanya Main Kekuasaan!

PROSUMUT – Pelantikan anggota KPID Sumut periode 2022-2025 yang berlangsung Kamis 11 Agustus 2022 di Aula T. Rizal Rumah Dinas Gubernur Sumut, dianggap melawan hukum oleh Ranto Sibarani SH selaku pengacara dari 7 orang penggugat atas kecurangan yang terjadi saat pemilihan lembaga adhoc tersebut berlangsung.

Ranto yang menggelar konferensi pers pada Selasa (17/8/2022) menganggap seluruh komponenn pemerintahan dari DPRD hingga Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bermain-main dengan kekuasaan yang diamanatkan rakyat.

“Bisa jadi juga Gubernur Sumut tidak update  perkembangan gugatan kasus pemilihan anggota KPID Sumut yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Medan. Padahal itu sangat substansial dengan kisruh penetapan 7 komisioner di Komisi A DPRD Sumut,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Jaga Keandalan Listrik Sumut, PLN Pulihkan Sistem SCADA GI Berastagi

Jika orang nomor satu di Sumut itu tahu tentu, lanjut dia, tidak mungkin digelar agenda pelantikan 7  komisioner yang seakan dipaksakan.

“Ini menunjukan semuanya main-main dengan kekuasaan. Gubernur Sumatera Utara tidak memperhatikan apa yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Sumut. Tidak memperhatikan mantan Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto sedang digugat di Pengadilan Neger Medan,” tegas pengacara berkepala plontos itu.

BACA JUGA:  Plt Bupati dan Kesultanan Langkat Bahas Budaya

Pelantikan yang terkesan dipaksakan itu juga menjadi tanda tanya besar. Ranto menduga, ada desakan yang dilakukan oleh komisioner maupun jaringan partai para komisioner kepada Gubernur agar pelantikan tetap dilaksanakan.

Bahkan, DPRD Sumut disinyalir lalai saat meyodorkan surat keputusan kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Bisa jadi, nama-nama komisioner disandingkan dengan dukungan partai yang mendukungnya. Sehingga wajar jika saat pelantikan, Edy Rahmayadi menganggap bahwa mereka yang dilantik adalah bagian dari basis partai.

“Jangan-jangan DPRD Sumut dan mengirimkan surat yang berisikan partai-partai mana dan mendukung siapa sebagai anggota KPID. Kemudian itu yang dibacakan Gubernur. Hal tersebut membenarkan bahwa DPRD Sumut menggunakan basis partai menetapkan komisioner tersebut,” cecar Ranto.

BACA JUGA:  Al Washliyah Berperan Kuatkan Pendidikan, Dakwah dan Sosial

Lanjut Ranto, saat ini gugatan kliennya dengan nomor perkara 389/Pdt.G/2022/PN Mdn akan memasuki agenda bukti surat. Sementara itu, pelantikan yang melawan hukum ini menjadi cermin negatif dari seorang kepala daerah.

Meski telah dikukuhkan, Ranto berencana akan membawa persoalan ini ke PTUN Medan. (*)

Editor: Val Vasco Venedict 

Konten Terkait

Pemulihan Jaringan Pascabencana di Sumatera, XLSMART Percepat Perbaikan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bertemu Dubes AS, Meryl Bicarakan Potensi Wisata Danau Toba

Anies Baswedan Resmi Capres Nasdem di Pilpres 2024

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Tiorita Gaungkan Stabilitas Pemerintahan dan Antikorupsi

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Soal Gelar Akademik Lili Pintauli Siregar, Dosen UISU: Jangan Asal Cabut!

Sapa Wong Cilik di Medan, Ketua DPD PDIP Sumut Salurkan 1.500 Paket Sembako

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara