Prosumut
Ekonomi

Wapres Minta Kemendagri Tentukan Batas Tarif Air Minum PDAM

PROSUMUT –  Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menentukan besaran batas tarif air minum yang disalurkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Hal itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, Selasa 9 April 2019 dikutip dari Bisnis.com.

“Tadi [dalam rapat yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla] diperintahkan kepada Kemendagri untuk menghitung berapa tarif bawah dan tarif atas per wilayah sehingga menjadi pegangan,” kata Basuki.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Ia mengatakan Kemendagri sebenarnya sudah memiliki kajian tentang itu. Bahkan sudah ada aturan tapi belum ada tarif bawah dan atasnya.

Basuki menyebutkan pemerintah juga akan memberi dorongan agar pemerintah daerah dapat melakukan penyertaan modal bagi PDAM di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro menyebut pemerintah daerah juga didorong untuk memberikan modal tambahan kepada PDAM.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Modal kerja tambahan ini terutama untuk wilayah dimana perusahaan air minumnya menetapkan tarif jauh di bawah keekonomiaan sehingga dapat melakukan investasi baru.

“Kami melihat sekarang anggaran daerah untuk air itu hanya 0,3% dari APBD mereka, DAK yang mereka ajukan mengenai air juga sangat kecil,” jelasnya.

Ini artinya, kata dia, kebanyakan daerah belum mempunyai akses air bersih yang layak, dan itu karena air bakunya tidak tersedia atau pipanya yang tidak sampai.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Bambang menyebutkan upaya peningkatan kelayakan pada bisnis air bersih ini sangat mendesak dilakukan karena masih tingginya tingkat kebocoran air baku di seluruh Indonesia.

“Berdasarkan data yang dimiliki, tercatat 33% air terbuang percuma akibat beragam permasalahan seperti pencurian hingga pipa bocor yang tidak tertangani,” kata dia. (*)

Konten Terkait

Periode Juli, Sumut Masih Berpeluang Cetak Deflasi

admin2@prosumut

JNE Naikkan Ongkos Kirim 20 %

Val Vasco Venedict

Jelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Pertamina Sumbagut Siapkan Penyaluran 1,2 Juta Tabung LPG 3 Kg

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

IHSG dan Rupiah Terpuruk Hari Ini Akibat Deflasi dan Resesi

admin2@prosumut

Kunjungan Wisman ke Sumut Turun

Ridwan Syamsuri

Savanna Sumatera Kembangkan Hunian Bernuansa Alam di Deli Serdang

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara