Prosumut
Kesehatan

Pentingnya Data Kesehatan di Era Transformasi Digital

PROSUMUT – Data kesehatan menjadi salah satu hal penting agar dapat dikelola dengan baik di era transformasi digital. Sebab kemajuan teknologi digital yang terus berkembang, menuntut transformasi peningkatan tata kelola dan layanan di sektor kesehatan.

Koordinator Nasional Transform Health Indonesia Dr Ede Surya Darmawan SKM MDM mengungkapkan, literasi tentang pemahaman data-data kesehatan masih perlu terus dilakukan.

“Orang perlu memahami apa sih pentingnya data kesehatan? Sebab terkadang orang tidak begitu paham dengan data. Mereka berpikir bahwa data hanyalah catatan saja, padahal ada hal yang sangat penting,” ungkap Dr Ede di sela-sela kegiatan Talkshow My Data Our Health ‘Peran Puskesmas Dalam Tata Kelola Data Kesehatan di Era Transformasi Digital’, di Auditorium FKM UINSU, Medan, Kamis 20 Juni 2024.

Kegiatan talkshow tersebut, digelar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Sumatera Utara (IAKMI Sumut) yang bekerja sama dengan FKM UINSU.

Dijelaskan Dr Ede, data kesehatan bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Apabila bisa dimanfaatkan dengan baik, maka tentu memberikan dampak positif. Namun apabila data itu tidak terjaga dengan baik, maka bisa berdampak negatif.

Karena itu, pemahaman tentang data kesehatan tersebut menjadi penting dan prinsipnya ada tiga hal.

Pertama, data kesehatan itu bisa memproteksi orang supaya tambah sehat. Misalnya, kalau sudah tahu kebanyakan merokok maka mulailah berpikir bagaimana caranya untuk menurunkannya.

Contoh lain lagi, kalau ada suatu masyarakat di daerah tertentu jika dibiarkan tanpa intervensi pemerintah, maka anak-anak akan mengalami stunting. Untuk itu, hal tersebut harus segera diproteksi dan jangan sampai terjadi.

“Jadi itulah pentingnya data, sebagai proteksi. Lantaran kita tidak punya data, masyarakat dibiarkan begitu saja,” terangnya.

Kedua, lanjut Dr Ede, bagaimana data kesehatan itu dapat meningkatkan orang menjadi tambah sehat?

“Kalau kita punya data, maka kita bisa melakukan langkah-langkah konkrit,” ucapnya.

Ketiga, sambung dia, bagaimana data kesehatan itu dapat digunakan dan bermanfaat bagi semua orang?

BACA JUGA:  Pj Gubernur Agus Fatoni Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Turunkan Stunting di Sumut

“Jadi adanya kegiatan Talkshow My Data Our Health ini adalah membahas tentang data kesehatan agar orang bisa lebih paham lagi menggunakan data-data tersebut dengan baik, pengelolaan yang baik dan tentu juga terjamin keamanan datanya,” ujar Dr Ede.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Transform Health Indonesia Deddy Dermawan menyampaikan, ada beberapa hal terkait pentingnya literasi digital dalam masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan.

Menurutnya, literasi digital memungkinkan masyarakat untuk langsung menggunakan teknologi digital demi kesehatannya.

Saat ini, pemerintah telah menyusun sebuah platform Satu Sehat. Salah satu fiturnya adalah memantau kesehatan pribadi. Masyarakat perlu memahami cara memanfaatkan dan menggunakan fitur ini secara efektif.

“Pemanfaatan teknologi kesehatan oleh masyarakat harus disertai dengan pemahaman tentang cara menjaga keamanan data.

Penting bagi masyarakat untuk sadar akan data kesehatannya, dan di sisi lain pemerintah juga bertanggung jawab menjaga kerahasiaan dan keamanan data tersebut.

Petugas kesehatan perlu berkolaborasi untuk membangun tata kelola data yang baik dan bermanfaat bagi semua pihak,” paparnya.

Deddy juga menyampaikan, pihaknya menargetkan pencapaian literasi digital ini secepat mungkin, bahkan sebelum tahun 2030.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang data kesehatan dan penggunaannya, kita berharap target UHC (Universal Health Coverage) bisa tercapai lebih cepat.

“Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah melalui fitur dalam aplikasi Satu Sehat yang memungkinkan masyarakat mencatat dan mengakses data pribadi mereka, seperti riwayat penyakit dan pengobatan.

Dengan fitur itu, masyarakat bisa lebih waspada dan terinformasi tentang kondisi kesehatannya.

Pun begitu, kita berharap masyarakat akan lebih paham bagaimana menggunakan teknologi dan data kesehatan secara mandiri, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengda IAKMI Sumut Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD mengatakan, data memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aspek, termasuk dalam sektor kesehatan. Saat ini, pemanfaatan data masih terbatas dan dampaknya belum begitu besar.

BACA JUGA:  Tumor Tulang Bisa Ditangani di RSUP HAM Tanpa Amputasi

“Ke depannya, kita perlu membangun dan mengelola data dengan baik, mulai dari entri data di puskesmas, posyandu, hingga pustu. Data ini nantinya akan terpusat dan dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkannya,” ujar Destanul.

Menurut dia, pusat-pusat kesehatan masyarakat akan berbagi data yang akurat dan terstruktur. Mahasiswa, peneliti, dan media dapat menggunakan data ini untuk berbagai keperluan, seperti mengembangkan tesis, membuat laporan, atau memantau perkembangan penyakit. Para pembuat kebijakan juga dapat memanfaatkan data ini untuk membuat keputusan yang lebih tepat.

“Melalui kegiatan yang juga bekerja sama dengan PP IAKMI Pusat dan Transform Health Indonesia, kami mengkampanyekan pentingnya data.

Masyarakat diimbau untuk memberikan data diri yang benar dan puskesmas diharapkan memberikan data yang akurat. Dengan data yang valid, keputusan dan kebijakan yang diambil akan lebih berbasis bukti,” jelasnya.

Destanul menerangkan, data akan sangat membantu mengidentifikasi daerah mana yang sedang berjangkit penyakit, mana yang memerlukan perhatian serius, dan mana yang perlu difokuskan.

“Intervensi kesehatan bisa lebih disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap daerah. Masalah kesehatan yang sangat bervariasi memerlukan pendekatan yang berbeda di setiap daerah,” sebutnya.

Dia berharap, semua stakeholder yang hadir hari ini, mulai dari puskesmas, dinas kesehatan provinsi dan kota, lembaga akreditasi puskesmas, hingga organisasi profesi, diharapkan dapat mengkampanyekan pentingnya data.

“Dengan data, program-program kesehatan bisa dibuat lebih presisi dan tepat sasaran, menghemat anggaran, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi,” tandasnya.

Ia menambahkan, penggunaan data yang benar tidak hanya akan membantu dalam penanganan pasien, tetapi juga dalam memahami tren dan fenomena kesehatan secara umum.

Data makro ini akan sangat berguna bagi rumah sakit dan dinas kesehatan untuk melakukan intervensi yang tepat di lapangan.

BACA JUGA:  Dua Faktor Ini Diyakini Bisa Kembalikan Kiprah RSUD Dr Pirngadi Medan

Ke depannya, akan fokus pada integrasi layanan primer yang berbasis data. Program ILP (Integrasi Layanan Primer) akan mendesain puskesmas untuk mengikuti program-program berdasarkan situasi aktual di lapangan.

“Program kesehatan akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, seperti TB pada anak-anak atau dewasa. Transformasi dalam sistem kesehatan ini diharapkan dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Mari kita bersama-sama mengoptimalkan penggunaan data demi peningkatan kualitas layanan kesehatan,” imbuhnya.

Dekan FKM UINSU Prof Dr Mesiono S MPd menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya talkshow ini.

“Kami merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada FKM UIN Sumatera Utara Medan untuk menjadi mitra sekaligus tempat pelaksanaan kegiatan My Data Our Health ini.

Kami sangat bangga dan senang bahwa FKM UIN Sumatera Utara Medan dapat menjadi bagian yang dipertimbangkan dalam pengembangan ini,” ujarnya.

Kata dia, keberadaan FKM UIN Sumatera Utara Medan, kata dia, adalah bukti bahwa kita semua ingin tetap eksis dan berkembang bersama.

Seminar dan talk show “My Data Our Health” ini adalah bagian dari kebahagiaan yang kita rasakan sebagai ilmuwan di bidang kesehatan masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya narasumber yang kompeten, kita dapat menggali lebih dalam tentang peran Puskesmas dan fakultas-fakultas kesehatan dalam era transformasi digital ini.

Pengelolaan kesehatan yang baik memerlukan data yang akurat, karena data adalah esensi dari keilmuan yang efektif dan efisien dalam mengelola sebuah organisasi,” ungkap dia.

Pada kegiatan talkshow tersebut, turut menghadirkan keynote speech seperti Prof dr Adang Bachtiar MPH DSc (Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi PP IAKMI), Dr Basarian Yunus Tanjung MSi (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara) dan dr Taufik Riransyah MKM (Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan).

Di samping itu, hadir pula para kepala puskesmas se-Kota Medan, mahasiswa/i FKM sejumlah perguruan tinggi. (*)

Editor: M Idris

Konten Terkait

Rumah Sakit Harus Update Informasi Ketersedian Kamar

Editor prosumut.com

Antisipasi Rapid Antigen Bekas, Ini Pesan Satgas Covid-19 Sumut

Editor prosumut.com

Kondisi Anak Simalungun Suspect Difteri Membaik

Editor prosumut.com