Prosumut
Umum

Medan-Tebing Cuma 40 Menitan

PROSUMUT – Jalan Tol Medan-Kualanamu Seksi 7 Sei Rampah – Tebing Tinggi, mulai dibuka Senin (24/12/2018), sehingga memperpendek waktu tempuh Medan-Tebing Tinggi, menjadi hanya sekitar 40 menitan.

Direktur Teknik Pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Agus Choliq di Medan, Senin (24/12/2018), mengatakan, kenderaan yang melintas di Tol Rampah-Tebing Tinggi itu digratiskan hingga Kamis (3/1/2019).

“Diharapkan Tol Rampah-Tebing Tinggi itu bisa dimanfaatkan masyarakat pengguna jalan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Agus Kholiq mengakui, momentum pembukaan jalan tol itu di Desember juga untuk memperlancar arus mudik Natal dan Tahun Baru. “Dengan ada tol itu diharapkan kepadatan lalu lintas pada Natal dan Tahun Baru 2019, bisa berkurang,” ujarnya.

Beroperasinya jalan Tol Rampah-Tebing Tinggi sepanjang 9,3 kilometer membuat Jalan Tol dari Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), bisa langsung ke Tebing Tinggi.

Dia belum menyebutkan besaran tarif tol Rampah-Tebing Tinggi maupun Medan-Tebing Tinggi dengan alasan akan diumumkan BPJT Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Anggota DPD utusan Sumut, Parlindungan Purba menyebutkan, terbukanya jalan tol hingga Tebing Tinggi sesuai rencana awal, menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah dalam membangun infastruktur.

“Dengan semakin panjangnya jalan tol di Sumut akan semakin menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Parlindungan yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut. (editor)

Konten Terkait

Buat Gaduh di Lapangan Merdeka, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

Editor prosumut.com

Telkomsel Ajak Jurnalis Ngobrol Inspiratif Bersama Vidi Aldiano

Editor Prosumut.com

Bekas Orang Kepercayaan Pangonal Bongkar Aliran Dana Suap

Editor prosumut.com

Yonif 8 Marinir Gotong Royong dan Bagi Sembako ke Warga

Editor prosumut.com

USU Peringkat 15 Nasional Universitas Terbaik

Editor prosumut.com

Daerah Butuh Komisi Penyandang Disabilitas

Editor prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara