Prosumut
Ekonomi

Maret 2024, Inflasi Sumut 0,72 Persen

PROSUMUT – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat Sumut mengalami inflasi bulanan 0,72 persen pada Maret 2024.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Labuhanbatu 5,87 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,50. Sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Deli Serdang 2,89 persen, dengan IHK 106,22.

Untuk Kota Medan sendiri, tercatat mengalami inflasi 3,62 persen dan Pematangsiantar 3,84 persen.

Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin menjelaskan, terdapat komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan untuk tingkat inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) pada Maret 2024.

BACA JUGA:  Indosat Perkuat Jaringan 5G di Medan, Dukung Aktivitas Digital Masyarakat

Antara lain, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, ikan dencis, kentang, emas perhiasan, cabai rawit, ikan kembung/gembung, ikan tongkol/ambu-ambu, bawang putih, Sigaret Kretek Mesin (SKM), minyak goreng, sewa rumah, sabun cuci batangan, cabai hijau, gula pasir, anggur, ikan lele, dan minuman ringan.

“Komoditas cabai merah memberikan andil 0,61 persen. Hal ini karena konsumsi masyarakat Sumut yang biasanya masih menyukai cabai yang segar.

Karena itu, ini perlu mendapatkan perhatian khusus, karena terkait dengan konsumsi gaya hidup dan gaya makan atau style masyarakat,” ungkap Nurul dalam paparan resminya di Kantor BPS Sumut mengenai perkembangan Inflasi, Senin 1 April 2024.

BACA JUGA:  Pertamina SMEXPO 2026, Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembinaan UMKM

Menurutnya, perlu dibangun ekosistem dari mulai petani cabai merah sampai industrinya dan juga dengan pendistribusiannya.

Termasuk, bagaimana cara atau pola memasak pada umumnya masyarakat yang masih suka dominan makanan dengan cabai segar dibanding dengan cabai dalam botol atau cabai saos ataupun cabai bubuk.

“Ini perlu edukasi juga perlu substitusi perlu pembanding. Syukur-syukur kalau ada muncul kuliner dengan menu-menu yang berasal dari cabai-cabai olahan tadi.

BACA JUGA:  CB FEST 2026: Perkuat Layanan Kebanksentralan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Atau, masyarakat bisa melakukan produksi di rumah atau di tanah kosong. Intinya kita mendorong ekosistem yang baik untuk produk pengolahan cabai ini,” tandasnya.

Ia menambahkan, pada periode Maret 2024 juga ada komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m.

Diantaranya, tomat, beras, terong, bahan bakar rumah tangga, sandal kulit wanita, tembakau, bayam, udang basah, dan sabun cair/cuci piring. (*)

Reporter: M Idris

Editor: M Idris

Teks foto: Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin saat diwawancara wartawan. (M Idris)

Konten Terkait

Sofyan Tan Kolaborasikan Potensi Wisata Paepira Lakeside dengan Pendidikan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Bulog Sebut Beras Oplosan Tidak Beredar di Sumut; Kebutuhan 110 Ribu Ton, Baru Tersalurkan 300

IHSG Pagi Ini Menguat

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Setor Pajak hingga Rp52,39 Triliun, DJP Apresiasi Kontribusi PLN pada Negara

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Menjanjikannya Bisnis di Era Digital…

Val Vasco Venedict

Bangkitkan UMKM, Metrolink Street Market Hadir di Medan

Editor Prosumut.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara