Prosumut
Kriminal

Jalani Autopsi, Jenazah Pelajar SMP di Dairi Dibawa ke RS Bhayangkara

PROSUMUT – Jenazah SN (14), pelajar SMP HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, yang meninggal dunia usai berkelahi dengan rekannya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, Jalan Wahid Hasyim, Kamis 6 Februari 2020.

Jenazah korban penganiayaan itu menjalani proses autopsi oleh tim medis pihak kepolisian.

Menurut Open Lumbangaol (40), paman SN, dia mengetahui jenazah keponakannya dibawa ke Medan untuk diautopsi setelah diberitahu keluarganya di Dairi pada Rabu 5 Februari 2020 kemarin.

“Semalam (kemarin) setahu saya sudah dibawa ke (RS) Bhayangkara (Medan) dan sekitar jam 10 malam sampai. Setelah itu, paginya mulai diautopsi,” ungkap Open kepada wartawan di RS Bhayangkara Medan, Kamis 6 Februari 2020.

BACA JUGA:  Polisi Amankan Dua Warga Pulau Kampai

Kata dia, proses autopsi selesai sekitar pukul 11.45 WIB. Selanjutnya, jenazah dibawa kembali ke rumah duka dengan ambulans di Desa Huta Gambir, Kecamatan Sidikalang, Dairi.

Lebih lanjut Open mengatakan, dia dan seluruh keluarga tidak menyangka kalau SN yang merupakan anak semata wayang harus meninggal dunia usai berkelahi dengan rekannya seusai pulang sekolah kemarin.

Terlebih, ayah dari SN, Marulak Nainggolan sudah meninggal dunia dua tahun lalu.

“Anak kami ini anak tunggal, dia juga anak yatim karena bapaknya sudah meninggal dua tahun yang lalu,” ucapnya.

Open yang tinggal di kawasan Karya Wisata, Medan Johor itu juga tidak menyangka kalau keponakannya harus meninggal di usia yang masih sangat muda.

BACA JUGA:  Polisi Amankan Dua Warga Pulau Kampai

“Saya tak tahu mau bilang apalagi, padahal biasanya anak-anak berkelahi tapi tak sampai begini (meninggal),” kesalnya Open, adik dari ibu SN, Loide Lumbangaol.

Tak jauh beda disampaikan tante SN, Hana Hutabarat.

“SN adalah anak yang baik, penurut dan selalu penuh semangat, tak menyangka lah saya. Terakhir ketemu itu pas tahun baru (2020) di Sidikalang,” tukasnya sembari menuturkan ibu SN sehari-hari hanya bekerja sebagai petani.

Sebagaimana diketahui, berawal dari saling ejek, SN (14), warga Jalan Batu Kapur, Huta Gambir, Kecamatan Sidikalang, Dairi dan SO (14), warga Jalan Sidikilang KM 9, Dairi, yang merupakan teman satu sekolahnya terlibat perkelahian di halaman belakang sekolah, Rabu kemarin.

BACA JUGA:  Polisi Amankan Dua Warga Pulau Kampai

Dalam peristiwa tersebut, SN akhirnya meninggal dunia meski sempat dibawa ke rumah sakit.

Kapolres Dairi AKBP Leonardo mengatakan, dari informasi yang diperoleh perkelahian antar dua remaja tersebut terjadi setelah pulang sekolah sekitar pukul 13.30 WIB.

“Perkelahian keduanya berawal dari saling ejek. Disaat itu, SO menendang SN yang kemudian mengenai dadanya,” kata Leonardo kepada wartawan.

Akibat tendangan SO, SN kemudian terjatuh dan tak sadarkan diri. Guru korban yang mengetahui kejadian tersebut kemudian langsung ke lokasi dan mendapati korban dalam kondisi sudah tergeletak dan lemas.

Oleh gurunya, korban kemudian dibawa ke RSUD Sidikalang namun akhirnya meninggal dunia. (*)

Konten Terkait

Pensiunan Polri Jadi Sopir Rental Dirampok Penumpang

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Perbatasan Labusel

Editor Prosumut.com

Soal Tiga Anak Hilang di Langkat: Polisi Enggan Berspekulasi

Editor Prosumut.com

Pulang Kampung Bawa Ganja, Pasaribu Ditangkap Dalam Bus

Mertua Anggota DPRD Binjai Dibacoki Pekerjanya, Empat Jari Nyaris Putus!

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Kasusnya 9 Tahun Mengendap, Korban Pencurian Desak Polda Sumut Periksa Oknum Penyidik Polsek Labuhan Ruku

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara