PROSUMUT – Terakhir kali sebelum meninggalnya dr Andhika Kesuma Putra SpP (K), FCCP berpesan agar masyarakat membiasakan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan paru.
Seperti diketahui kepergian dr Andhika meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, pasien hingga jurnalis yang pernah mewawancarainya.
Dokter pemegang Fellow American College of Chest Physicians ini sebelum sibuk ikut menangani Covid-19, memang rutin membagikan edukasi terkait bidangnya, paru. Satu diantaranya terkait kanker paru yang gejalanya sering kali tidak disadari.
Katanya, batuk dan suara serak disertai sesak nafas dan nyeri dada serta penurunan berat badan yang menjadi gejala awalnya sering diabaikan. Banyak masyarakat yang beranggapan bila hal tersebut hanya masuk angin.
Perkembangan kanker paru memang cukup lama. Lama waktu menggandakan ukuran (doubling time) bervariasi antara 30-500 hari, namun rata-ratanya 100 hari. Maka untuk ukuran tumor 1 mm hingga 1 cm saja, bisa memakan waktu 10 hingga 15 tahun.
“Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga kesehatannya dengan menerapkan hidup sehat,” pesan dr.Andhika sebelum meninggal saat itu. Penyakit kanker paru cukup sulit ditemukan di stadium awal. Bahkan di negara maju sekalipun, meski rutin medical check up, banyak juga yang tidak terdeteksi sejak awal,” terangnya.
“Saat diketahui, biasanya sudah masuk stadium 3 (tiga) atau stadium 4 (empat). Kalau sudah masuk ke level ini, di beberapa literatur dikatakan usia hidupnya tak lebih dari 2-5 tahun, meskipun mendapatkan pengobatan. Di stadium ini, dokter yang sebelumnya bertugas di RS Columbia Asia ini mengaku penderita kadang mengeluhkan batuk yang berkepanjangan. Kemudian sesak nafas dan nyeri dada, dan setelah dilakukan pemeriksaan baru ketahuan kalau pasien menderita kanker paru,” ujarnya.
Pengobatan, lanjut Andhika juga tidak menjamin kesembuhan. Tujuan pengobatan sifatnya untuk memperbaiki kualitas hidup dan pengurangan stadium, kecuali pada kanker paru stadium awal yang masih bisa mendapat tindakan operasi.
Andhika menjelaskan, penyebab utama kanker paru bagi laki-laki dan perempuan berbeda. Bagi laki-laki, penyebab utamanya asap rokok. Bagi perempuan, lebih banyak karena faktor genetik.
Untuk mencegah, lanjut Andhika, hindari lingkungan buruk penyebab kanker. Seperti merokok dan terpapar asap rokok dan faktor karsinogenik udara kotor dan menjaga gaya hidup sehat. Mengkonsumsi makanan yang sehat dan olahraga.
Pesan dr.Andika Terkait Covid-19
“Pesan saya kepada masyarakat adalah jangan pernah paranoid dengan yang namanya Covid-19. Penyakit ini Insyaallah bisa kita hadapi bersama dengan tetap mengikuti instruksi atau peraturan dari pemerintah kita,” ujar dr.Andhika.
Pesan ini berbentuk video yang dishare atau diposting oleh Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sumut dr. Rudi Rahmadsyah Sambas di akun Facebooknya, Sabtu 1 Agustus 2020 malam. (*)
Reporter : Nastasia
Editor : Iqbal Hrp
Foto :

