PROSUMUT – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan Robi Barus mendesak Wali Kota Medan Rico Waas untuk segera mencopot Syerly dari jabatannya sebagai Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan karena telah mengejek warganya sendiri.
Menurut Robi Barus, sikap dan ucapan Syerly saat seorang masyarakat berkeluh kesah kepada Wali Kota Medan Rico Waas ketika berkunjung ke Kelurahan Paya Pasir merupakan hal yang konyol dan tidak beretika.
“Kita minta Pemko Medan segera copot lurah Paya Pasir. Sikap dan ucapannya sangat konyol dan tidak beretika. Sangat tidak mencerminkan dirinya sebagai pemimpin di wilayahnya,” ucap Robi Barus kepada wartawan, Kamis 30 Juli 2026.
Dikatakan Robi, penjelasan Syerly bahwa dirinya mengenal sosok masyarakat yang dimaksud dan ucapan tersebut hanya sebagai sebuah candaan, tidak dapat diterima sebagai alasan untuk memaklumi perbuatannya.
“Sekalipun dia mengenal warga tersebut, tidak pantas dia bercanda seperti itu. Apalagi saat itu ada wali kota Medan, pimpinannya sendiri.
Kemudian, masyarakat itu pun tidak sedang bercanda, dia sedang serius menyampaikan permohonannya kepada wali kota Medan,” ujar Robi.
Dijelaskan dia, pertemuan antara kepala daerah dengan masyarakat secara langsung merupakan sebuah momen sakral dan patut untuk diberikan perhatian khusus.
Sebagai pemimpin kewilayahan, sepatutnya Syerly memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan semua harapannya kepada kepala daerah.
“Intinya itu bukan momen untuk bercanda. Dia (Syerly) harus paham menempatkan diri, harus paham kapan waktunya bercanda.
Pertemuan masyarakat dengan kepala daerah itu momen sakral, momen itu harus dihormati dan harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.
Robi Barus pun meminta agar peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh camat dan lurah di Kota Medan.
“Kejadian itu bukan hanya tidak menghormati wali kota Medan, tetapi juga tidak menghormati jabatan yang diamanahkan kepada dirinya. Copot lurah Paya Pasir itu, dan hal ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh camat dan lurah,” pungkasnya.
Sementara itu, Lurah Paya Pasir, Syerly meminta maaf usai ulahnya viral di media sosial karena mengejek aspirasi warga yang tengah mengeluhkan soal lampu penerangan jalan umum (LPJU) ke Wali Kota Medan, Rico Waas.
Syerly mengklaim kejadian tersebut terjadi secara spontan lantaran kedekatannya dengan warga.
“Saya memohon maaf kepada publik, hal itu murni karena spontanitas saya. Saya merasa dekat dan akrab serta sering bercanda kepada Ibu Ulfa, dan sebaliknya Ibu Ulfa pun demikian kepada saya, jadi terucap begitu saja,” ujar Syerly.
Terkait keluhan warga soal lampu jalan, sebut dia, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Medan sejak tahun lalu. Syerly membenarkan telah dipanggil Inspektorat Kota Medan untuk dimintai keterangan terkait menimpali aspirasi warganya. (*)
Editor: M Idris

