Prosumut
Peristiwa

Abaikan Surat Disnaker, KSPSI Sumut Laporkan PT SPMN

PROSUMUT – Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Sumatera Utara mengadukan dugaan pengabaian surat Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumut, terkait surat resmi anjuran hasil pertemuan Tripartit antara perusahaan, pekerja dan pemerintah.

Adapun dugaan tersebut, bahwa PT Sri Pamela Medika Nusantara (SPMN) dianggap telah mengabaikan surat resmi berupa anjuran mengembalikan nama Rio Affandi Siregar agar kembali bekerja di perusahaan itu. Sebelumnya, Rio menerima PHK sepihak per tanggal 27 Januari 2023.

Dalam pengaduan ke Direktur Utama Holding PTPN III (Persero) tersebut, KSPSI Sumut menyebutkan pihaknya telah menerima afiliasi Serikat Pekerja PT SPMN (SP-SPMN), dimana Rio Affandi Siregar selaku pimpinannya.

Sebagai bentuk perlindungan hak pekerja, maka organisasi ini memberikan pendampingan dalam rangka memperjuangkan pengembalian status Rio sebagai pekerja di PT SPMN.

Surat anjuran dari Disnaker pada 27 Januari 2023 dimaksud, menganjurkan agar pihak perusahaan PT SPMN mempekerjakan kembali pekerja Rio Affandi Siregar.

Kemudian, dilanjutkan dengan pesan agar kedua pihak memberi jawaban secara tertulis atas anjuran dalam waktu 10 hari sejak surat itu dikeluarkan.

Menyikapi surat anjuran Disnaker tersebut, Rio Affandi Siregar secara resmi menyatakan setuju terhadap surat anjuran itu dengan melayangkan surat ke Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara.

Namun Ketua KSPSI Sumut, M Yusuf menyayangkan sikap PT SPMN yang hingga enam bulan berlalu, belum memberikan jawaban resmi kepada Disnaker Sumut, apakah setuju atau menolak anjuran tersebut.

“Kami sudah klarifikasi ke pihak Disnaker Sumut, namun belum ada jawaban dari PT SPMN,” ujar Yusuf kepada wartawan, Senin 24 Juli 2023.

Karena itu, pihaknya menduga PT SPMN telah mengabaikan anjuran pemerintah terkait penyelesaian hubungan industrial yang telah melewati tahapan sesuai proses.

Menurut mereka, perusahaan tersebut dinilai melecehkan pemerintah, apalagi masih merupakan anak perusahaan BUMN (PTPN III) yang bergerak di bidang kesehatan.

Atas dasar itu, KSPSI menilai bahwa PT SPMN telah sewenang-wenang terhadap Rio Affandi Siregar dengan tidak menjalankan anjuran Disnaker Sumut.

Sekaligus, juga seakan mengerdilkan peran pemerintah dengan tidak memberikan jawaban resmi atas surat anjuran dimaksud.

“Karena itu kami menyurati Direktur Utama Holding PTPN III (Persero), yang merupakan pemegang saham mayoritas dari PT SPMN.

Harapannya, agar mengambil tindakan segera demi terwujudnya kondusifitas di lingkungan perusahaan,” sebutnya.

Begitu juga terkait PHK yang dialami Rio Affandi Siregar, selaku bagian dari KSPSI Sumut, kata Yusuf, pihaknya meminta Dirut Holding PTPN III (Persero) untuk segera mengembalikan rekan mereka kepada pekerjaannya semula.

Selain itu, juga para pekerja lainnya yang menerima mutasi serentak, dengan indikasi bahwa hal tersebut berhubungan dengan keberadaan serikat pekerja di perusahaan itu.

“Bila ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin dugaan ini sangat kuat, bahwa adanya upaya pemberangusan serikat pekerja. Tentunya itu adalah perbuatan tindak pidana,” ungkap Yusuf.

Di samping itu, pihaknya juga mengancam akan menggelar unjuk rasa ke Kantor Holding PTPN III di Jakarta, Kementrian BUMN, dan Kementrian Ketenagakerjaan pada pekan mendatang, jika belum ada iktikad baik dari perusahaan.

Sementara itu, pimpinan PT SPMN saat dihubungi wartawan terkait tindak lanjut surat anjuran Disnaker Sumut via WhatsApp, belum menjawab. (*)

Reporter: Iqbal Harahap

Editor: M Idris

Konten Terkait

RSUP HAM Lepas Keberangkatan 7 Jamaah dan 4 Petugas Haji

Editor prosumut.com

Datok Seri Syamsul Arifin Meninggal Dunia

Editor prosumut.com

AC Ruang Rapat Tak Berfungsi, Komisi IV DPRD Medan dan Dishub Kepanasan

Editor prosumut.com