Prosumut
InfrastrukturPemerintahanUmum

Banjir Rob di Belawan Semakin Meluas, Pembangunan Tanggul Harus Disegerakan

PROSUMUT – Banjir rob di kawasan Kecamatan Medan Belawan, kini sudah semakin meluas. Disebut-sebut, banjir air laut pasang yang menggenangi daratan ini akibat dampak reklamasi Pelabuhan Belawan.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi banjir rob tersebut Pemko Medan diminta membangun tanggul atau benteng. Namun, hingga kini pembangunan tanggul belum juga terealisasi sampai sekarang.

Anggota DPRD Medan daerah pemilihan Medan Utara, M Nasir mengatakan, pembangunan tanggul memang harus disegerakan sebagai antisipasi banjir rob harus disegerakan.

“Harus segera dibangun memang tanggul, kalau tidak bisa-bisa tenggelam kawasan Belawan ini,” ujarnya, Selasa 23 April 2019.

BACA JUGA:  Bukan Khusus Wali Kota Medan, Anggaran Rp1,1 M Air Mineral untuk Agenda Resmi Selama Setahun

Kata Nasir, Pemko Medan jangan hanya menunggu kabar tanpa waktu yang jelas. Artinya, harus jemput bola dan terus mendesak. “Pemko Medan harus memperjuangkan pembangunan tanggul ini ke Kementerian PUPR, sebab banjir rob akan menjadi masalah besar apabila tidak segera ditanggulangi. Bukan tidak mungkin, banjir meluas di dua kecamatan yang berdekatan yaitu Medan Labuhan dan Medan Marelan,” cetusnya.

Ia menambahkan, pembangunan tanggul jangan hanya sekedar wacana belaka saja. Namun, harus dituntaskan atau direalisasikan.

Sebelumnya, kondisi banjir pasang air laut tidak terbendung membuat sebagian besar warga Bagan Deli, Pajak Baru Jalan Kampar Belawan 1 di Kecamatan Medan Belawan serta beberapa pemukiman di Medan Labuhan dan Medan Marelan terkepung banjir rob.

BACA JUGA:  Tia Ayu Anggraini Ingatkan Warga Medan Marelan Bijak Bermedia Sosial, Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks

Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman mengatakan, warga Belawan semakin resah dengan tingginya air pasang laut yang melanda di enam Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Belawan.

“Penderitaan masyarakat akibat air pasang itu disebabkan karena semangkin banyaknya kawasan hutan mangrove (bakau) yang ditimbun menjadi daratan pembuatan depo kontainer, tambak serta pengembangan lahan Pelindo 1 Belawan dengan melakukan reklamasi. Kita khawatir, dampak reklamasi ini bisa menenggelamkan Belawan,” tegas Abdul Rahman.

BACA JUGA:  Pelaku Usaha Dihimbau Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dikatakan dia, pemerintah harusnya serius mengkaji perizinan bangunan yang merusak tatanan resapan air. Selain itu, adanya program mengatasi dampak air pasang harus segera diprioritaskan.

“Mau sampai kapan masyarakat Belawan terus menderita banjir air pasang. Jangan hanya kepentingan pengusaha, masyarakat yang dikorbankan. Kita berharap, pemerintah agar segera mencari solusi ini, agar 5 atau 10 tahun ke depan banjir rob ini tidak semakin parah,” cetusnya. (*)

Konten Terkait

Antisipasi Kecelakaan, Supir dan Kendaraan Angkutan Lebaran Akan Dicek

Ridwan Syamsuri

Langkat Kembali Terpilih Sebagai Kabupaten Gerakan 100 Smart City

Editor Prosumut.com

Jokowi-Ma’ruf Unggul Telak, Selisih Elektabilitas 20,1 %

Val Vasco Venedict

Program ‘Si Paten’ Pemkab Labuhanbatu, Optimis Swasembada Pangan

admin2@prosumut

Polres Tebingtinggi Bersama Forkopimda Bagikan 23 Ribu Masker

Editor Prosumut.com

Pemko Binjai Gelar Pelatihan Pembentukan Produk Hukum Daerah

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara