Prosumut
Pemerintahan

DPRD Nisel Curhat ‘Permainan Anggaran’ ke DPRD Medan

PROSUMUT – Sejumlah anggota DPRD Nias Selatan mengungkapkan adanya permainan anggaran saat melakukan kunjungan kerja ke DPRD Medan, Selasa 14 Mei 2019.

Kunjungan belasan anggota DPRD Nias Selatan tersebut diterima langsung Anggota DPRD Medan, H Irsal Fikri dan Beston Sinaga di ruang rapat Sekretariat DPRD Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi C DPRD Nisel, Asazatulo Giawa meminta masukan kepada DPRD Medan terkait anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan pelaksanaanya di lapangan.

“Ada benerapa permasalahan di Nias Selatan salah satunya terkait DAK dan adanya pengalihan anggaran, apakah itu juga terjadi di Medan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Imigrasi Berkantor Di Langkat, Pemkab Proyeksikan Program

Diungkapkannya, pembahasan anggaran di Nias Selatan sepetinya banyak kerancuan. “Misalnya saja pembahasan anggaran dilakukan Komisi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, hasil pembahasan Komisi kemudian berubah saat hasil pembahasan dibawa ke tahap sinkronisasi yang dilakukan Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ini yang terjadi di DPRD Nisel,” sebutnya.

Sementara itu, Beston Sinaga menilai pembahasan yang terjadi di Nias Selatan tidak bisa dibenarkan. “Seperti rapat di Komisi pasti ada notulensinya, jika ada perubahan di rapat Banggar dan tidak diberitahukan, maka anggota DPRD bisa menuangkannya di dalam Pandangan Umum Fraksi,” jelas Beston.

BACA JUGA:  Plt Bupati dan Kesultanan Langkat Bahas Budaya

Begitu juga dengan perubahan anggaran DAK, eksekutif pastinya harus memberitahukan terkait perubahan itu ke DPRD.

“Mana bisa anggaran untuk pembangunan fisik sekolah misalnya, kemudian dialihkan ke Jalan,” jelasnya.

Diakui Beston, di DPRD Medan pernah terjadi hal yang sama. Dimana gara-gara persoalan anggaran tersebut, Komisi menghapus Dinas Pendidikan dari daftar pembahasan dengan OPD.

BACA JUGA:  Meriahkan HUT ke-81 RI, Pemprov Sumut Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Mulai 1 Agustus

“Komisi B DPRD Medan pernah tidak membahas Dinas Pendidikan dan mendesak pencopotan kepala dinas terkait adanya ketidak beresan pembahasan anggaran,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Medan Irsal Fikri menyarankan agar DPRD Nisel dan Pemkab melakukan komunikasi yang intensif.

“Di Medan, kami membangun komunikasi yang baik dengan eksekutif. Kami juga menyarankan agar hal yang sama dilakukan DPRD Nisel,” ujarnya.(*)

Konten Terkait

Ditjen Bea Cukai dan LPEI Siap Bantu UMKM ke Pasar Ekspor

Bapenda Medan Pastikan BPHTB Podomoro, Tepis Isu Tunggakan Pajak

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Fokus RPJMD, Pemkab Langkat Sosialisasi Permendagri

Terhitung Hingga 19 Maret 2020 Kota Tebingtinggi Negatif Covid-19

admin2@prosumut

4 Pejabat Eselon II Pemprov Sumut Dilantik, 3 Impor dari Medan dan Asahan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Pusat Perbelanjaan Jangan Nafsu Kali Mau Banyak Dapat Duit

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara