Prosumut
Ekonomi

Pasar Modal Syariah Berkembang Baik di Indonesia

PROSUMUT – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Hoesen mengapresiasi semua pihak yang bersemangat terus mempromosikan pasar modal syariah kepada masyarakat.

Terutama melalui Sharia Investment Week (SIW) 2020 yang digelar pada 16 hingga 21 November 2020 mendatang secara virtual.

Dikatakan Hoesen, tahun 2020 tahun merupakan yang penuh tantangan bagi perekonomian global termasuk Indonesia.

Bahkan awal November, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan perekonomian Indonesia pada Triwulan III 2020 secara yoy mengalami kontraksi -3 poin 49 persen.

BACA JUGA:  Peluncuran QResto, Medan Pelopor Pengembangan QRIS untuk Kemudahan Pembayaran Pajak Restoran

“Bahkan sektor pasar modal di kuartal pertama tahun 2020 sempat mengalami penurunan tajam dimana pada Maret 2020 IHSG sempat mencapai titik terendahnya di level 3937 poin 63. Namun saat ini perkembangannya sudah kembali bergerak positif. Per tanggal 6 November 2020 IHSG dicatat di tutup di level 5335 poin 5 sementara nilai transaksi harian dan rata-rata volume juga bergerak cukup positif,” katanya, Senin 16 November 2020.

Selanjutnya sampai dengan 6 November 2020 penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat mencapai 97 poin 74 triliun rupiah dari 144 penawaran umum. Diantaranya 44 adalah emiten baru.

BACA JUGA:  Peluncuran QResto, Medan Pelopor Pengembangan QRIS untuk Kemudahan Pembayaran Pajak Restoran

“Selain itu jumlah investor pasar modal juga terus mengalami peningkatan per september 2020 jumlah investor pasar modal mencapai 3,13 juta SID atau tumbuh sebesar  26,27 persen year to date (y-t-d). diperkirakan hingga akhir 2020 ini jumlah penawaran umum dan investor tersebut masih akan terus meningkat,” jelasnya.

Sementara itu untuk pasar modal syariah berdasarkan pada tanggal 27 Oktober 2020 total nilai kapitalisasi saham syariah telah mencapai 3061,6 triliun atau 51,4 persen dari seluruh kapitalisasi pasar modal Indonesia yg berjumlah 5956,7 triliun.

BACA JUGA:  Peluncuran QResto, Medan Pelopor Pengembangan QRIS untuk Kemudahan Pembayaran Pajak Restoran

Jumlah oustanding efek syariah di pasar modal meliputi 467 saham syariah, 163 sukuk korporasi, 284 reksadana syariah serta 65 sukuk negara.

“Hal ini telah berkembang semakin baik sebab pasar modal syariah di Indonesia menjadi yang pertama di dunia yang memiliki produk investasi lengkap yang terhubung dengan villa tropi islam seperti zakat saham, wakaf saham, wakaf tunai yang dikaitkan dengan sukuk cash, wakaf link sukuk atau CWLS,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Pasar Keuangan Kembali Dihantui Sentimen Negatif Eksternal

admin2@prosumut

Bank Indonesia Dorong Pembiayaan Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Satgas Waspada Investasi Tutup 172 Pinjaman Online Ilegal

Uji Klinis Antivirus Corona Gagal, Pasar Keuangan Landai

admin2@prosumut

JNE Hadirkan Plaza UMKM dan Community Development Sumut

Harga Emas Terus ‘Menggila’

admin2@prosumut
PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara