Prosumut
Ekonomi

Inflasi Cenderung Stagnan, Gambarkan Ekonomi Sumut Belum Menggeliat

PROSUMUT – Tren inflasi Sumut selama tahun berjalan masih berada diangka 0,65 persen. Realisasi angka ini dinilai sangat kecil sekali.

“Inflasi sebesar itu di semester I-2020 memberikan indikasi, bahwa ada stagnasi pada pergerakan harga kebutuhan pokok. Bahkan, yang lebih buruk kondisi ini memberikan gambaran belum menggeliatnya ekonomi di wilayah Sumut,” ujar pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Kamis 16 Juli 2020.

Disebutkan dia, sejumlah harga kebutuhan pokok di pertengahan bulan ini bergerak stabil. Untuk komoditas bawang merah dan bawang putih, trennya mengalami penurunan di bulan Juli ini. Selain itu, daging ayam juga mengalami penurunan.

“Saat ini harga bawang merah dijual dalam rentang Rp 26 ribu hingga Rp 29 ribu di tingkat pedagang pasar tradisional. Harga ini tidak jauh berbeda dengan harga daging ayam yang dijual dalam rentang yang sama,” sebutnya.

BACA JUGA:  Peluncuran QResto, Medan Pelopor Pengembangan QRIS untuk Kemudahan Pembayaran Pajak Restoran

Di sisi lain, tomat juga sudah mengalami penurunan harga dari sebelumnya dikisaran Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu, saat ini dijual dikisaran Rp 7 hingga Rp 9 ribu perkilonya. Sementara itu, bawang putih turun dan dijual dalam rentang Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu perkilonya.

Sedangkan komoditas cabai merah dan cabai rawit dalam sepekan terakhir trennya masih naik. Cabai rawit dijual dikisaran harga Rp 30 hingga Rp 33 ribu perkilonya. Sementara, cabai merah dijual dikisaran harga Rp 22 ribu perkilonya.

BACA JUGA:  Peluncuran QResto, Medan Pelopor Pengembangan QRIS untuk Kemudahan Pembayaran Pajak Restoran

Meskipun mengalami kenaikan, harganya terkhusus cabai merah saat ini masih terbilang murah dan belum mencapai ideal bagi petani maupun konsumen. Selebihnya, harga komoditas pangan terbilang stabil.

“Bila melihat tren yang berkembang hingga pertengahan bulan ini, Sumut diperkirakan masih melanjutkan tren deflasi. Meskipun angkanya sejauh ini sangat kecil sekali berkisar 0,01 persen. Namun, jika menambahkan harga ikan segar, Sumut dipertengahan bulan ini berpeluang inflasi di kisaran 0 hingga 0,01 perse,” paparnya.

Pergerakan harga yang cenderung stagnan tersebut, menurut Gunawan, belum menunjukkan adanya gangguan pada kebutuhan pokok masyarakat di Sumut. Semuanya masih terlihat landai dan biasa saja.

Namun demikian, harus diwaspadai adanya potensi masalah serius pada harga komoditas cabai. Harga yang bertahan murah yang tidak memenuhi harga ideal di tingkat petani bisa membuat mereka enggan menanam cabai.

BACA JUGA:  Peluncuran QResto, Medan Pelopor Pengembangan QRIS untuk Kemudahan Pembayaran Pajak Restoran

Sejauh ini, saat harga cabai di tingkat petani tidak menyentuh break event point, sehingga petani cenderung untuk tidak merawat tanamannya.

“Jadi, pengendalian inflasi di Sumut pada tahun ini memang akan bergerak landai dan belum menghadapi tekanan kenaikan harga. Akan tetapi, kita juga harus tetap mewaspadai kemungkinan adanya pembalikan harga pada beberapa komoditas pokok khususnya cabai,” tandas Gunawan. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan 
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

2021, Bank Sumut Bersiap untuk IPO

Ridwan Syamsuri

Rusia Klaim Temukan Vaksin, Harga Emas Terjungkal

admin2@prosumut

Hati-hati Batalkan Pesanan, Mulai Sekarang Grab Denda Pelanggan!

Val Vasco Venedict

Agustus 2020, Medan Alami Inflasi 0,04 Persen

admin2@prosumut

Penyaluran Kredit UMKM di Sumut Capai Rp163 Triliun

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Keliling Pasar, Mendag Pastikan Pasokan Bapok Aman Jelang Lebaran

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara